Debat! Prabowo dan Singapura Memanas, Pakar Beda Pandangan soal Ketegasan dan Diplomasi Indonesia

kompas.tv
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.TV - Respons Presiden Prabowo Subianto terhadap kritik Singapura terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) memicu perdebatan mengenai arah hubungan bilateral kedua negara. Di satu sisi, ketegasan pemerintah dinilai penting untuk menjaga kedaulatan Indonesia.

Namun, di sisi lain, muncul peringatan agar persoalan tidak berkembang menjadi konfrontasi yang justru merugikan kepentingan nasional. Seberapa jauh Indonesia perlu bersikap tegas, dan kapan diplomasi harus dikedepankan?

Said Didu, Ikrar Nusa Bhakti, Ichsanuddin Noorsy, Ferry Latuhihin, Kamrussamad, dan Dina Prapto Raharja menyampaikan pandangan berbeda mengenai nasionalisme, hubungan Indonesia–Singapura, penanganan karhutla, serta persoalan tata kelola di dalam negeri.

Perdebatan ini juga menyoroti pentingnya penegakan hukum, transparansi, dan komunikasi diplomatik dalam menghadapi kritik dari negara tetangga. Apakah ketegasan menjadi jalan untuk menjaga kedaulatan, atau justru diplomasi yang harus diperkuat agar ketegangan tidak semakin meluas?

Produser: Prayogi Haro

Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.

Penulis : Prayogi-Haro

Sumber : Kompas TV

Tag
  • bola liar
  • prabowo
  • karhutla
  • indonesia vs singapura
Selengkapnya


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
IAS Pertemukan AMK dan Islam, Siapa Paling Siap Membesarkan Golkar Jeneponto?
• 15 jam lalu
0
thumb
Kejagung Lelang 209 Ribu Ton Batu Bara Kasus Korupsi Samin Tan, Raup Rp264 Miliar
• 6 jam lalu
0
thumb
Komisi 8 persen tekan laba Gojek, GoTo cetak laba bersih di kuartal 3
• 10 jam lalu
0
thumb
TNI AD Pastikan Proses Hukum Kasus Meninggalnya Letda Inf Jihad Dilakukan Transparan
• 4 jam lalu
0
thumb
BMW Pamer Generasi 3-Series 2027, Intip Spesifikasi BMW M350 xDrive
• 14 jam lalu
0
Berhasil disimpan.