Inggris dan BRI Research Institute perkuat kapasitas digital pengusaha perempuan

antaranews.com
1 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Inggris melalui Digital Access Programme bersama BRI Research Institute memperkuat kapasitas digital pengusaha perempuan dan pelaku UMKM yang dipimpin generasi muda melalui program Digital Empowerment for Women and Youth-led MSMEs (DEWY), yang mendorong pertukaran pengetahuan dan pendampingan usaha lintas wilayah.

Direktur Technical Assistance BRI Research Institute Wibowo Setiawan mengatakan, kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kapasitas mentor lokal dalam membangun ekosistem pembelajaran digital yang lebih berkelanjutan melalui sesi Digital Corner Business Pitching oleh perwakilan dari Jawa Tengah.

“Dengan menghubungkan Digital Rangers berpengalaman dengan mentor baru di Jawa Tengah serta memperkuat pemanfaatan PerempuanCerdasDigital.id, kami berharap jejaring ini dapat terus berkembang secara mandiri dan memberikan manfaat bagi lebih banyak UMKM yang dipimpin perempuan di seluruh Indonesia,” kata Wibowo dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat.

Ia mengatakan, selama tiga tahun terakhir, program Digital Corner yang telah dilaksanakan di Lampung, Jawa Barat, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Tengah tersebut memberikan pelatihan keterampilan digital, mulai dari pengelolaan keuangan otomatis, keamanan transaksi digital, hingga pemanfaatan lokapasar (marketplace) untuk mendukung aktivitas usaha.

Melalui jejaring DEWY, pengetahuan dan pengalaman yang telah dibangun sepanjang program dapat terus berlanjut melampaui siklus program saat ini.

Salah satu kegiatan utama dari acara puncak DEWY adalah Sister City Mentorship, yang dilakukan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).

Dalam FGD tersebut, enam Digital Rangers sebagai mentor berpengalaman dipertemukan dengan 30 mentor baru dari Banjarnegara dan Purbalingga. Topik yang didiskusikan meliputi strategi pengelolaan Digital Corner, pengembangan metode pendampingan, serta mobilisasi komunitas lokal.

Sementara itu Kepala Dinas Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi Usaha Mikro Kecil dan Menengah Banjarnegara, Adi Cahyono Purwosaputro mengatakan ,pemberdayaan UMKM membutuhkan lebih dari sekadar peningkatan akses terhadap teknologi.

Pendampingan yang berkelanjutan juga diperlukan agar para pelaku usaha dapat memanfaatkan perangkat digital secara optimal.

“Kami berharap kegiatan ini dapat semakin memperkuat kapasitas mentor lokal, membuka peluang kolaborasi lintas wilayah, serta mendorong UMKM yang dipimpin perempuan untuk semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha melalui teknologi digital,” kata Adi.

Ia juga mengatakan sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, komunitas, dan mitra pembangunan penting dalam membangun ekosistem UMKM yang lebih mandiri, inovatif, dan berdaya saing.

Melalui DEWY, Pemerintah Inggris dan BRI Research Institute kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antara komunitas UMKM, perguruan tinggi, pemerintah daerah, dan mitra ekosistem dalam mendorong pemberdayaan digital yang inklusif.

Acara puncak DEWY di tahun ini juga menandai awal keberlanjutan jejaring pertukaran pengetahuan dan pendampingan, yang memungkinkan para pengusaha perempuan untuk terus saling mendukung, mengadopsi teknologi digital, serta memperluas peluang usaha mereka.

Baca juga: Akademisi Untad dampingi UMKM kembangkan kue kering dari daun kelor

Baca juga: HIPMI: Pembiayaan usaha perlu disertai pendampingan dan akses pasar


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
FL Technics Indonesia Raih Sertifikasi EASA, Perkuat Daya Saing MRO Global
• 15 jam lalu
0
thumb
BSU 2026 Cair Rp900 Ribu, Ini Syarat Penerima dan Batas Gajinya
• 6 jam lalu
0
thumb
[FULL] Praktisi Kepolisian Ungkap Latar Belakang Pelaku Pembunuhan Istri Siri di Madiun, Apa Motif U
• 21 jam lalu
0
thumb
Likuiditas Semu Perbankan
• 2 jam lalu
0
thumb
KPK Tetapkan Dedi Congor sebagai Tersangka Baru Kasus Korupsi Bea Cukai
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.