Liputan6.com, Jakarta - Kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah satu aspek penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Selama dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, pemerintah menjalankan sejumlah program untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat.
Tiga di antaranya adalah Cek Kesehatan Gratis (CKG), revitalisasi rumah sakit umum daerah (RSUD), dan percepatan penanggulangan tuberkulosis (TBC). Berbagai upaya ini diarahkan untuk mendorong deteksi dini penyakit, memperluas akses layanan kesehatan, serta meningkatkan kapasitas fasilitas medis, termasuk di wilayah terpencil.
Advertisement
“Rakyat tidak boleh menempuh perjalanan jauh hanya untuk memperoleh pelayanan kesehatan dasar. Negara harus hadir sedekat mungkin dengan tempat rakyat hidup,” ujar Presiden Prabowo dalam pidato kenegaraan di Gedung MPR/DPR, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Program CKG memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatan tanpa harus khawatir dengan biaya pemeriksaan. Manfaatnya dirasakan Yaya Suhara, 56 tahun, warga Wanasari, Kabupaten Karawang, yang mengikuti pemeriksaan di Puskesmas Wanakerta.
“Selama ini kan tidak berani cek kesehatan, karena takut bayar. Tapi dengan program ini, jadi lebih leluasa,” kata Yaya.
Ia juga semakin memperhatikan kondisi kesehatannya menjelang keberangkatan ibadah haji. Berdasarkan hasil pemeriksaan saat itu, kondisi kesehatannya dinyatakan baik.
Pengalaman serupa disampaikan Mugiono, 57 tahun, yang menilai CKG dapat mendorong masyarakat memeriksakan kesehatan sebelum mengalami keluhan. Menurutnya, pemeriksaan sejak dini penting agar masyarakat tidak baru mencari layanan medis ketika sudah sakit.
“Jika tidak ada program seperti ini, kita akan lalai. Sehingga tidak menunggu sakit datang dulu baru periksa,” ujar Mugiono.
Mugiono juga mengapresiasi beragam layanan yang tersedia dalam program tersebut, mulai dari pemeriksaan jantung menggunakan elektrokardiogram (EKG), pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium, hingga pemeriksaan gigi. Ia menilai penyampaian hasil pemeriksaan yang cepat turut memudahkan peserta mengetahui kondisi kesehatannya.
“Hebatnya hasil langsung diterima,” tuturnya.





Komentar (0)