BGN Targetkan 10.000 Dapur MBG Terapkan Sistem Prasmanan hingga Akhir 2026, Ini Keunggulannya

disway.id
3 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan 5.000 hingga 10.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat menerapkan metode Makan Bergizi Gratis (MBG) prasmanan hingga akhir 2026.

Langkah ini bertujuan mengurangi insiden keamanan pangan sekaligus memastikan makanan disajikan dalam kondisi hangat dan sesuai dengan kebutuhan gizi siswa.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan uji coba metode MBG prasmanan telah dilakukan di 66 dapur dan akan diperluas ke sekitar 230 dapur tambahan.

BACA JUGA:DPR Soroti Ekspor SDA Indonesia Lewat Singapura, Minta Prabowo Tegaskan Pasal 33 UUD 1945

Hasil pelaksanaan tahap awal tersebut dinilai positif, dengan belum ditemukannya kasus keracunan.

“Target saya adalah sampai dengan akhir tahun, untuk mengurangi keracunan, makanan-makanan rusak, gangguan kesehatan, dan paling diminati oleh siswa ini, maka kami berharap sampai dengan akhir tahun, kita bisa implementasi MBG Prasmanan ini 5.000 sampai dengan 10.000 dapur sudah bisa mengimplementasikan ini,” ujar Sudaryono dalam keterangannya, Jumat, 30 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, metode prasmanan yang dikembangkan BGN tidak mengharuskan seluruh siswa berkumpul di satu tempat untuk mengambil makanan.

Penyajian dilakukan di masing-masing kelas sesuai dengan jumlah siswa.

Dengan demikian, makanan dapat langsung dikonsumsi dalam kondisi hangat tanpa perlu dipanaskan kembali di sekolah.

BACA JUGA:Prabowo Siapkan Langkah Besar Lewat UU Satu Data Indonesia, Ini Tujuannya

“Kalau di kelas ada 30 orang, dia bawa 30 porsi nasi, sayur, lauk, ditaruh di kelas, dia sajikan, dia makan, dia beresin, kemudian selesai. Jadi hangat-hangat, enggak perlu diangetin karena dibawanya hangat-hangat, dijaga suhunya di 60 derajat minimal,” kata Sudaryono.

Menurutnya, sistem tersebut juga memungkinkan siswa mengambil tambahan makanan apabila masih lapar, selama tetap sesuai dengan ketentuan porsi dan kebutuhan gizi.

Dengan demikian, makanan yang disediakan dapat dikonsumsi secara optimal dan risiko makanan tersisa dapat ditekan.

“Jadi orangnya dapat porsi sesuai dengan takaran gizinya tapi masih ada spare, nah spare-nya itu orang bisa, kalau masih lapar bisa nambah jadi ini, so far so good dan kami ingin ini mandatory, harus dilaksanakan seluas-luasnya terhadap semua dapur dan semua sekolah,” jelasnya.

BACA JUGA:Bonus Atlet Asian Games 2026: Emas Rp3 Miliar, Perak Rp525 Juta

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Naik Tiga Kali Lipat, PTBA Catat Laba Rp 4,41 Triliun pada Triwulan III 2026
• 17 jam lalu
0
thumb
Timnas Indonesia U-15 Jadi Tim Terbaik ASEAN di Fase Kompetisi Piala Dunia dan Festival U-15 FIFA, Malaysia Langsung Tergelincir
• 23 jam lalu
0
thumb
Bernardo Tavares Ingatkan Pemain Persebaya Potensi Persijap Parkir Bus
• 13 jam lalu
0
thumb
Jejak Pandu Sjahrir di Sekuritas Kode Broker SS yang Disorot usai Rilis OJK
• 20 jam lalu
0
thumb
Panggil Atlet Asian Games dan Para Games 2026 ke Istana Hari Ini, Presiden Berikan Bonus untuk Para Peraih Medali
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.