Transisi Energi Buka Peluang Bisnis, Industri RI Masih Hadapi Tantangan Ini

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Transisi menuju energi bersih membuka peluang bisnis baru bagi industri Indonesia, mulai dari pengembangan panel surya hingga baterai kendaraan listrik. Namun, peluang tersebut juga menuntut kesiapan industri dalam memenuhi standar kualitas dan keselamatan agar produk yang dihasilkan mampu bersaing di pasar.

Perkembangan teknologi energi terbarukan tidak hanya membutuhkan investasi dan kapasitas produksi. Ketersediaan fasilitas pengujian, standar yang sesuai, serta sertifikasi juga menjadi faktor penting untuk memastikan teknologi yang digunakan aman dan andal.

Baca Juga :
Pertemuan Dewan ASCOPE ke-51 Sepakati Penguatan Kerja Sama Energi Regional, Bekal Hadapi Tantangan Global
Ketahanan Energi RI Bukan Cuma Soal Minyak, Ada 2 Faktor Lain yang Tak Kalah Penting

Hal tersebut dipaparkan Direktur PT Qualis Indonesia Erwin Rinaldi. Ia mengatakan, kebutuhan industri terus berkembang seiring dengan kemajuan teknologi. Karena itu, kesiapan fasilitas pengujian menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan, khususnya untuk produk yang mendukung transisi energi.

“Perkembangan teknologi dan kebutuhan industri menuntut kesiapan fasilitas pengujian yang memadai, termasuk untuk modul fotovoltaik (panel surya) dan baterai kendaraan listrik," ujarnya di Jakarta. 

Ia menjelaskan, hal tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung pemanfaatan energi bersih, meningkatkan keselamatan, serta mendorong daya saing industri Indonesia. "Sebagai bentuk komitmen tersebut, kami menghadirkan laboratorium pengujian baterai EV di Indonesia untuk menjawab kebutuhan industri otomotif yang terus berkembang sekaligus memastikan aspek kualitas dan keselamatan produk,” paparnya. 

Tantangan tersebut turut menjadi pembahasan dalam Indonesia Quality, Safety, and Innovation Forum (IQSF) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada 28 Oktober 2026. Forum itu membahas sejumlah isu, termasuk transisi energi, standardisasi kendaraan listrik, serta perkembangan pasar ritel.

Direktur Laboratorium dan Sertifikasi PT Qualis Indonesia Calvin Satyanandi menilai, pertumbuhan teknologi energi bersih perlu diimbangi dengan kesiapan standar dan mekanisme pengujian. Hal ini diperlukan agar produk yang beredar memenuhi persyaratan keselamatan dan dapat diandalkan dalam penggunaannya.

“Perkembangan energi terbarukan, panel surya, Battery Energy Storage System, hingga kendaraan listrik membawa peluang besar bagi Indonesia. Namun, perkembangan tersebut perlu diikuti dengan kesiapan standar, pengujian, dan sertifikasi untuk memastikan teknologi yang digunakan aman, andal, dan sesuai dengan persyaratan yang berlaku. Di sinilah peran lembaga penilaian kesesuaian menjadi semakin penting,” jelasnya. 

Baca Juga :
Ogah Diatur Negara Lain, Bahlil Buka Opsi RI Bangun PLTN di Dekat Singapura: Mau Taruh di Mana pun, Apa Urusannya?
Sentilan Menohok Bahlil ke Singapura: Jangan Minta Dihargai Tapi Susah Menghargai, Senang Mengolok-olok!
Bahlil Mau Bangun Storage Minyak Mentah, Impor Crude Tak Lagi Transit di Negara Lain: Ini Survival Mode!

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Emas Antam Melemah, Ini Cara Investasi Emas Digital dengan Aman
• 20 jam lalu
0
thumb
Dari Sopir Taksi Jadi Tentara Rusia, Kisah Tragis WNI yang Dilaporkan Tewas di Ukraina
• 14 jam lalu
0
thumb
Mendagri Siapkan Insentif Rp1 Triliun untuk Daerah Pendukung MBG
• 13 jam lalu
0
thumb
Detik-detik Bobotoh Dibacok hingga Tewas Usai Nonton Bola di Bogor
• 16 jam lalu
0
thumb
Dari Air untuk Sawah hingga Energi Mandiri, Cerita Petani Uma Palak Menarik Perhatian Delegasi ASCOPE
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.