Dari Sopir Taksi Jadi Tentara Rusia, Kisah Tragis WNI yang Dilaporkan Tewas di Ukraina

disway.id
1 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Direktorat Intelijen Pertahanan Ukraina (HUR) mengungkap laporan kematian seorang warga negara Indonesia (WNI) bernama Taufiq Muhammad, 48 tahun, yang disebut tewas saat bertempur bersama pasukan Rusia di wilayah Donetsk, Ukraina.

Sebelum dilaporkan terlibat dalam perang, Taufiq diketahui pernah bekerja sebagai sopir taksi di Jakarta hingga menempati posisi manajer di perusahaan agribisnis.

Informasi tersebut menjadi sorotan karena memperlihatkan bagaimana seorang warga sipil dengan latar belakang pekerjaan di Indonesia dilaporkan berakhir di medan perang Rusia-Ukraina.

Menurut keterangan HUR, Taufiq diduga direkrut melalui tawaran pekerjaan dengan gaji tinggi sebelum akhirnya menandatangani kontrak militer dengan pihak Rusia.

Berdasarkan informasi yang disampaikan HUR, Taufiq menandatangani kontrak militer pada 19 April 2026.

BACA JUGA:Ekspor Batu Bara dan CPO Wajib Lewat DSI, Devisa USD14 Miliar Sudah Terpantau

Setelah itu, ia menjalani pelatihan dalam waktu relatif singkat, yakni sekitar satu setengah minggu, sebelum dikirim ke garis depan pertempuran.

Ia kemudian dilaporkan tewas dalam pertempuran pertamanya pada awal keterlibatannya di medan perang.

Meski demikian, informasi mengenai kematiannya tersebut merujuk pada laporan pihak intelijen Ukraina dan masih perlu dipahami sesuai sumber yang menyampaikannya.

Menurut HUR, Taufiq Muhammad diduga masuk ke dalam perekrutan militer Rusia melalui tawaran pekerjaan dengan iming-iming gaji tinggi.

Informasi ini kembali menyoroti risiko yang dapat dihadapi warga negara asing ketika menerima tawaran pekerjaan di luar negeri tanpa memahami secara jelas jenis pekerjaan, isi kontrak, dan konsekuensi hukum yang menyertainya.

Dalam kasus Taufiq, laporan yang disampaikan HUR menyebut ia menandatangani kontrak militer pada 19 April 2026. Setelah menjalani pelatihan sekitar satu setengah minggu, ia dikirim ke wilayah garis depan di Ukraina.

Rentang waktu antara penandatanganan kontrak, pelatihan, dan penempatan di medan perang tersebut terbilang singkat. Taufiq dilaporkan tewas ketika menjalani pertempuran pertamanya.

Namun, informasi yang tersedia belum menjelaskan secara terperinci bagaimana proses perekrutan berlangsung, siapa pihak yang pertama kali menghubunginya, serta seperti apa isi tawaran pekerjaan yang diterima.

BACA JUGA:Mahakam Investment Forum 2026 Digelar di IKN, Hadirkan Investor Pelopor dan Delegasi Internasional

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Arif Fathoni: Anak Muda Punya Naluri Progresif yang Tak Tertandingi
• 3 jam lalu
0
thumb
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Petir di Sejumlah Kota Besar di Indonesia, Termasuk Jakarta
• 9 jam lalu
0
thumb
Pemilu 2029 Makin Dekat, PKB Kabupaten Bandung Mulai Seleksi Figur Caleg
• 5 jam lalu
0
thumb
Foto: Kabut Asap Mereda, Siswa di Palangka Raya Kembali Belajar Tatap Muka
• 5 jam lalu
0
thumb
Wawancara Menlu Singapura Vivian Balakrishnan: Masalah Asap Sudah Tiga Dekade, Harus Ada Solusi
• 8 jam lalu
0
Berhasil disimpan.