Jakarta, VIVA – Menopause memiliki sejumlah fakta-fakta yang biasanya tidak sesuai dengan yang beredar. Berikut adalah penjelasan soal fakta hingga gejala menopause yang benar.
Menjawab soal perdebatan bahwa menopause bisa ditunda, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi Subspesialis Fertilitas Endokrinologi Reproduksi, dr Kanadi membantah hal tersebut.
"Menopause tidak bisa ditunda. Kita tidak pernah tau ada teknik atau metode untuk menunda menopause. Tidak ada secara teknik atau apa pun yang bisa menunda," katanya dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan pada Kamis (29/10/2026).
dr Kanadi juga membantah soal pernyataan mood swing sebagai salah satu gejala menopause.
“Adanya fluktuasi maka terjadi penurunan estrogen atau terjadi dominasi hormon progesteron. Misal memang menyebabkan perubahan mental state yang menyebabkan mood swing dan itu bisa terjadi bukan hanya pada menopause tapi juga pada penggunaan obat-obatan tertentu yang menyebabkan penurunan estrogen,” jelasnya.
Menurutnya mood swing juga dapat dipicu karena adanya perubahan mental dan fisik.
“Semua orang punya cara masing-masing untuk beradaptasi pada perubahan fisik dan mental. Ini dikenal dengan copying system dan ini juga mungkin berhubungan dengan bagaimana ia menjalani hidupnya sehari-hari dan seterusnya dan support system di sekelilingnya akan mendukung perubahan ini,” lanjut dr Kanadi.
Selain dr Kanadi, turut hadir juga Dokter Spesialis Obstetri danUroginekologi Rekonstruksi, dr Astrid Yunita. Ia menjelaskan soal keadaan vagina yang kering saat menopause.
"Vagina kering karena menopause ya, selnya mengering, kolagennya menurun, jadi rasanya mengganggu hubungan seksual. Tipsnya saya tanya dulu seberapa mengganggunya."
"Karena gejala ini ke semua menopause ada. Kalau memang lebih beratnya di vagina kita cari solusi seperti pakai atau lubricant tapi lubricant itu hanya mengatasi keluhan saat berhubungan, tapi tidak memecahkan masalah. Jadi kita permasalahan selnya," beber dr Astrid.
dr Astrid juga mengingatkan penderita menopause agar menhindari olahraga berat karena dapat membahayakan.
"Yang ada keluhan benjulan di vagina, turun organ panggul ini yang gak boleh angkat-angkat berat. Kalau ada orang gejala turun organ panggul terus angkat beban, gak bisa. Pilih olahraga lain jangan gym berat, karena memang harus melihat kalau kita tidak bisa, cari yang lain. Memberhentikan angkat berat tidak selalu mengatasi. Saya selalu memberi tahu ini salah satu faktor risiko, ada banyak faktor lain," jelasnya.






Komentar (0)