Merangin: Mapolres Merangin, Jambi, diserang sejumlah warga Suku Anak Dalam (SAD) yang membawa senjata api rakitan jenis kecepet. Dalam kejadian tersebut, mereka beberapa kali melepaskan tembakan ke udara dan terlibat bentrokan fisik dengan anggota kepolisian di sekitar markas.
Rekaman video yang beredar memperlihatkan sejumlah warga SAD melepaskan tembakan saat insiden berlangsung. Polisi berupaya meredakan situasi, tetapi bentrokan fisik antara kedua pihak tidak terhindarkan.
Penyerangan itu diduga dipicu keinginan sejumlah warga SAD untuk mencari dua orang yang ditangkap polisi terkait dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin. Polisi juga mendalami dugaan keterlibatan pihak lain yang diduga mendukung kegiatan ilegal tersebut.
Kepala Seksi Humas Polres Merangin, AKP Sukirman, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi untuk menentukan langkah penyelidikan lebih lanjut, termasuk menelusuri kemungkinan adanya pihak yang memberikan dukungan terhadap aktivitas tersebut.
Baca Juga :
Delapan Pelaku Bentrokan Maut di Pasar Caringin Bandung Ditangkap
“Kami koordinasi dulu dengan pimpinan, apakah otomatis yang pendamping dua orang ini, tetap kita cari siapa pembekingnya, dan siapa penyandang dananya,” kata Kasi Humas Polres Merangin AKP Sukirman, Kamis, 29 Oktober 2026.
Setelah insiden tersebut, warga SAD yang terlibat dilaporkan meninggalkan Mapolres Merangin. Sementara itu, polisi meningkatkan pengamanan di lingkungan markas untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan keamanan lanjutan.
Ilustrasi penangkapan. Foto: Medcom.id.
Polres Merangin juga masih berkoordinasi dengan lembaga yang menangani masyarakat Suku Anak Dalam terkait penanganan hukum atas penyerangan tersebut.
Dugaan keterlibatan warga dalam mendukung aktivitas penambangan emas tanpa izin masih perlu ditelusuri lebih lanjut oleh kepolisian. Penanganan perkara akan dilakukan berdasarkan hasil penyelidikan dan ketentuan hukum yang berlaku.





Komentar (0)