Proyek Sampah Jadi Energi Danantara Tarik Minat Investor Global

metrotvnews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menempatkan imbal hasil komersial dan dampak strategis sebagai pertimbangan utama dalam pengelolaan investasi. Pendekatan ini ditujukan untuk menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung pengembangan sektor strategis Indonesia.
 
Chief Investment Officer Danantara Indonesia Pandu Patria Sjahrir mengatakan, setiap investasi perlu mempertimbangkan potensi keuntungan komersial dan manfaat strategisnya. Pengelolaan risiko serta disiplin keuangan juga diperlukan untuk menjaga keberlanjutan investasi.
 
"Setiap investasi perlu mempertimbangkan imbal hasil komersial dan dampak strategisnya, dengan tetap menerapkan pengelolaan risiko dan disiplin keuangan. Kami ingin memastikan investasi yang dijalankan dapat menciptakan nilai jangka panjang sekaligus mendukung pengembangan sektor-sektor strategis Indonesia," ujar Pandu seperti dikutip dari Antara, Rabu, 28 Oktober 2026.
 
Pandu memaparkan salah satu proyek strategis Danantara, yakni pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste-to-energy (WtE) dengan nilai sekitar USD1,5 miliar.
 
Penerbitan obligasi untuk proyek tersebut memperoleh permintaan hampir empat kali lipat dari nilai yang ditawarkan atau mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed). Sekitar 75 persen dari total permintaan berasal dari investor Amerika Serikat dan Eropa.
 
Menurut Pandu, tingginya minat tersebut mencerminkan kepercayaan investor global terhadap proyek serta prospek pengembangan infrastruktur berkelanjutan di Indonesia.
 

Baca Juga :

Danantara Pecut Ekspansi Bisnis dalam Restrukturisasi PTPN I

(Ilustrasi. Foto: dok Danantara)

  Siapkan lebih dari 40 proyek strategis  
Danantara Indonesia sebelumnya menyampaikan target investasi proyek industri strategis sebesar USD20 miliar hingga USD30 miliar dalam dua hingga tiga tahun ke depan. Nilai tersebut diperkirakan setara dengan Rp361,4 triliun hingga Rp542,1 triliun.
 
Chief Technology Officer (CTO) Danantara Indonesia Sigit Puji Santosa mengatakan, Danantara menyiapkan lebih dari 40 proyek strategis dalam kerangka pengembangan lima tahun ke depan.
 
Sejumlah proyek tersebut masih menjalani studi kelayakan (feasibility study atau FS) dan dapat dilanjutkan ke tahap perancangan teknik awal (front-end engineering design atau FEED), sesuai kebutuhan masing-masing proyek.
 
Menurut Sigit, portofolio tersebut mencakup lima klaster industri utama, yaitu energi; pangan dan teknologi kesehatan; infrastruktur, mobilitas, dan telekomunikasi; pertahanan, maritim, dan dirgantara; serta material maju. Klaster keenam mencakup sektor industri lainnya, termasuk elektronika, permesinan, teknologi finansial, dan semikonduktor.
 
Pengembangan portofolio tersebut menjadi bagian dari rencana investasi Danantara untuk mendorong pertumbuhan industri strategis. Dalam pelaksanaannya, pertimbangan imbal hasil, pengelolaan risiko, dan kesiapan proyek menjadi aspek penting dalam menjaga keberlanjutan investasi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Naik 1 Persen di Tengah Penantian Keputusan The Fed
• 14 jam lalu
0
thumb
Bertemu Menkeu, Pramono Pastikan Obligasi DKI Ikut Arahan Pusat
• 21 jam lalu
0
thumb
Gelar Aksi, BEM UHAMKA dan Aliansi Mahasiswa Blokade Jalur Busway Depan Gedung UOB
• 5 jam lalu
0
thumb
Proyek Sampah Jadi Energi Danantara Tarik Minat Investor Global
• 4 jam lalu
0
thumb
Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU di Berbagai Wilayah Terus Dioptimalkan
• 7 jam lalu
0
Berhasil disimpan.