Calon Sekjen PBB Lana Nusseibeh Dorong Gencatan Senjata di Ukraina, Janjikan Mediasi Politik Jika Terpilih

pantau.com
1 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Calon Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) asal Uni Emirat Arab, Lana Nusseibeh, menyatakan harapannya agar perang di Ukraina dapat diakhiri melalui gencatan senjata dan proses mediasi politik yang mendapat dukungan PBB.

Nusseibeh menyampaikan pandangan tersebut dalam sesi dialog interaktif pencalonannya sebagai Sekretaris Jenderal PBB untuk periode berikutnya di New York, Amerika Serikat.

"Saya berharap kita juga dapat menyaksikan gencatan senjata dan proses mediasi politik yang mendapat dukungan dan pengakuan dari sekretaris jenderal, serta kepercayaan dari pihak-pihak yang terlibat, guna memfasilitasi tercapainya kesepakatan," kata Nusseibeh dalam sesi tersebut.

Ia menilai kepercayaan dari pihak-pihak yang terlibat dalam konflik menjadi faktor penting untuk membuka jalan menuju kesepakatan perdamaian.

Nusseibeh Siap Dukung Mediasi Politik untuk Konflik Ukraina

Nusseibeh menyatakan akan mendukung berbagai upaya mediasi untuk mengakhiri konflik Rusia dan Ukraina apabila terpilih sebagai Sekretaris Jenderal PBB.

Menurutnya, proses diplomasi perlu memperoleh dukungan lembaga internasional sekaligus kepercayaan dari pihak-pihak yang berkonflik.

Ia juga menyatakan kesiapan mendukung mekanisme mediasi yang memiliki mandat dari organ utama PBB.

"Termasuk yang diamanatkan oleh Dewan Keamanan atau Majelis Umum demi pertanggungjawaban," ujarnya.

Nusseibeh menegaskan bahwa penyelesaian konflik membutuhkan keberanian untuk mengambil langkah diplomatik, termasuk ketika upaya tersebut menghadapi risiko.

Ia menyebut kurangnya usaha untuk menyelesaikan konflik sebagai salah satu indikator kegagalan dalam menjalankan tanggung jawab internasional.

Tujuh Tokoh Bersaing dalam Pemilihan Sekjen PBB

Lana Nusseibeh merupakan salah satu kandidat yang mencalonkan diri untuk menggantikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

Selain Nusseibeh, sejumlah nama lain yang masuk dalam daftar kandidat adalah Carolyn Rodrigues-Birkett dari Guyana dan Rebeca Grynspan dari Kosta Rika.

Kandidat lainnya meliputi Rafael Grossi dari Argentina, Maria Fernanda Espinosa dari Ekuador, Olara Otunnu dari Uganda, serta Yvonne Baki dari Ekuador.

Para kandidat tersebut bersaing untuk memimpin organisasi internasional yang memiliki peran dalam menjaga perdamaian dan keamanan dunia.

Masa Jabatan Antonio Guterres Berakhir Desember 2026

Sekretaris Jenderal PBB saat ini, Antonio Guterres, tengah menjalani masa jabatan keduanya yang dijadwalkan berakhir pada 31 Desember 2026.

Pemilihan Sekretaris Jenderal berikutnya akan menentukan kepemimpinan PBB dalam menghadapi berbagai persoalan internasional, termasuk konflik bersenjata yang masih berlangsung di Ukraina.

Dalam proses pencalonannya, Nusseibeh menempatkan gencatan senjata dan mediasi politik sebagai bagian dari pendekatan yang ingin didukungnya.

Ia berharap keterlibatan PBB dapat membantu mempertemukan pihak-pihak yang berkonflik dan membuka peluang tercapainya kesepakatan melalui jalur diplomasi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
[FULL] Analisis Pakar dan Peneliti soal Dampak Pemilu Israel ke Palestina | SAPA MALAM
• 19 jam lalu
0
thumb
Mengenal Alvin Tedjo, Keturunan Indonesia yang Kalahkan Petahana dan Menang Pilwalkot Mississauga Kanada
• 13 jam lalu
0
thumb
Ramalan 12 Shio Hari Ini, Rabu 28 Oktober 2026: Harimau dan Anjing Berpeluang Beruntung, Ular Perlu Waspada
• 10 jam lalu
0
thumb
Menjaga Songket Tetap Hidup, Upaya Azizah Songket Semakin Dikenal Generasi Muda
• 6 jam lalu
0
thumb
NNCC China Apresiasi Polri Bongkar Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh: Operasi Terbesar
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.