5 Pengakuan Mengerikan Tersangka Pembunuhan Ibu-Anak di Madiun: Potong Tulang Pakai Gergaji Portable hingga Masukkan Abu ke Karung Pakai Sekop

tvonenews.com
20 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Tersangka pembunuhan ibu dan anak di Madiun, Jawa Timur, menyampaikan pengakuan mengerikan saat melakukan rekonstruksi.

DBM (40) diduga menghabisi korban inisial DH (30) dan AG (4). Adapun DBM merupakan suami siri DH.

Disclaimer: Berita ini mengandung informasi tentang aksi kekerasan atau pembunuhan yang mungkin bisa memicu rasa tidak nyaman bagi pembaca.

DBM diduga membunuh korban pada 20 September 2026 di dua lokasi berbeda di Kota Madiun. DH diduga dicekik lebih dulu di sebuah hotel, sedangkan AGM dibunuh dengan cara yang sama di dalam mobil.

Olah TKP kasus pembunuhan sadis istri siri dan anak di Madiun, Jawa Timur
Sumber :
  • Threads/piscessgurllss

Setelah itu, tersangka diduga menggiling dan membakar jasad kedua korban untuk menghilangkan jejak kejahatannya.

Rekonstruksi dilakukan pada Selasa (27/10/2026) di tiga tempat kejadian perkara (TKP) dengan memperagakan 48 adegan.

Tiga TKP itu antara lain salah satu hotel di Madiun, rumah orang tua tersangka di Jalan Doho tempat AG dieksekusi dan rumah pribadi tersangka di Jalan Kunir tempat tersangka menghilangkan jejak korban.

Saat rekonstruksi, DBM menyampaikan fakta-fakta mengerikan terkait kasus pembunuhan itu. Inilah lima pengakuan mengerikannya:

1. “Dilakukan pagi, istirahat, saya biarkan, nanti saya lanjut lagi”

Ketika ditanya bagaimana caranya menghilangkan jejak jasad korban, DBM menjawab dirinya membutuhkan waktu satu hingga dua hari.

Dia mengaku tidak melakukannya terus-menerus. Bahkan, dia mengaku sempat beristirahat.

“Satu-dua hari. Itu tidak terjadi, selesai, di hari yang sama. Misalnya pagi, terus istirahat. Saya biarkan. Nanti saya lanjut lagi,” katanya.

2. “Tulang-tulang besar (dipotong pakai gergaji portable) karena susah” 

Petugas kepolisian bertanya kepada DBM soal caranya memotong tulang.

“Yang kamu potong pakai gergaji portable hanya tulang besar, kecil atau dua-duanya?,” tanya petugas.

“Tulang-tulang besar karena itu mungkin susah,” jawab DBM.

3. “(Masukkan abu korban) Pakai sekop. Mau dibuang ke sungai” 

Petugas kepolisian lantas bertanya bagaimana cara tersangka membawa jasad korban yang sudah menjadi abu.

DBM mengatakan saat men-chopper, di bawahnya terdapat karung dan ember. Adapun cara memasukkannya ke karung menggunakan sekop.

“Pakai sekop. Rencana mau dibuang ke sungai,” kata DBM.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Richard Lee Bakal Jalani Pemeriksaan di Persidangan, Kuasa Hukum: Momen Terbaik!
• 21 jam lalu
0
thumb
BNPPDT Petakan Masalah Perbatasan, Air Bersih jadi Prioritas
• 9 jam lalu
0
thumb
Sebegitu Pentingkah Sabu-Sabu hingga Modus Pengirimannya Harus Seperti Ini
• 23 jam lalu
0
thumb
#PuntungBeruntung Kembangkan Inovasi Pascakonsumsi Lewat Golden Leaf
• 8 jam lalu
0
thumb
Nova Arianto Sempat Khawatir Amar Brkic Gabung Borneo FC, Ini Alasannya
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.