Hasil Hitung Cepat Pemilu Israel: Oposisi Unggul Tipis, Netanyahu Terancam

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Blok oposisi unggul tipis atas kubu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dalam hasil hitung cepat atau exit poll pemilu parlemen Israel. Namun, kedua kubu diproyeksikan belum memperoleh mayoritas mutlak di parlemen yang memiliki 120 kursi.

Dilansir AFP, tiga lembaga penyiaran utama Israel, Channel 11, Channel 12, dan Channel 13, memproyeksikan blok oposisi meraih 52–53 kursi. Sementara itu, blok pendukung Netanyahu diperkirakan memperoleh 50 kursi.

Meski demikian, Partai Likud yang dipimpin Netanyahu diproyeksikan menjadi partai tunggal dengan perolehan kursi terbesar, yakni 24–25 kursi.

Partai Yashar yang dipimpin penantang utama Netanyahu, Gadi Eisenkot, diperkirakan meraih 21–23 kursi. Sejumlah partai kanan arus utama sebelumnya menyatakan kesediaan bekerja sama dengan Eisenkot untuk membentuk koalisi yang dapat menggantikan pemerintahan Netanyahu.

“Hasil awal exit poll menunjukkan kurangnya kepercayaan terhadap Netanyahu dan pemerintahan 7 Oktober,” kata Eisenkot, Rabu (28/10).

Sementara pemimpin oposisi Israel, Yair Lapid, menyebut blok Netanyahu mengalami “kekalahan telak”. Lalu, pemimpin sayap kiri Yair Golan mengatakan masyarakat telah “memecat pemerintahan Netanyahu”.

Dua kelompok partai yang didominasi warga Arab Israel, Raam dan Joint List, juga diproyeksikan memperoleh tambahan kursi. Keduanya diperkirakan mengantongi total 17–18 kursi setelah basis pemilih mereka menunjukkan partisipasi tinggi.

Meski tidak tergabung dalam blok oposisi, kedua kelompok tersebut menyatakan terbuka untuk mendukung oposisi.

Pada pemilu sebelumnya, Likud memperoleh 32 kursi. Netanyahu kemudian membentuk koalisi bersama sejumlah partai sayap kanan jauh setelah beberapa sekutu tradisionalnya enggan bekerja sama di tengah kasus korupsi yang dihadapinya.

Berikut proyeksi perolehan kursi berdasarkan exit poll yang dikutip AFP:

Kubu NetanyahuKubu oposisiPartai yang didominasi warga Arab Israel

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia dan Singapura Sepakati Satgas Penegakan Hukum Karhutla
• 12 jam lalu
0
thumb
Bukan Ijazah Maupun Diploma, Bonatua Sebut Dokumen Gibran Cuma Sertifikat Kehadiran
• 14 jam lalu
0
thumb
Fakta-fakta Lengkap Rumah Tasya Farasya, Perbaikan Struktur Bangunan Capai Rp6 Miliar Gegara Ulah Mantan Suami
• 11 jam lalu
0
thumb
Normalisasi Kali CBL Ditargetkan Tuntas 2026, Dedi Mulyadi Soroti Kebutuhan Anggaran
• 23 jam lalu
0
thumb
Sahroni Anggap Perlu Sanksi Pejabat yang Tak Kirim LHKPN ke KPK
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.