Jakarta, VIVA – Kasus dugaan pembunuhan seorang perempuan berusia 30 tahun dan anaknya yang berusia empat tahun di Kota Madiun, Jawa Timur, mengungkap sejumlah fakta mengenai sosok Dwi Bagus Martono. Pria berusia 40 tahun tersebut kini menjadi tersangka dalam perkara yang ditangani Polda Jawa Timur.
Penyelidikan polisi mengungkap sejumlah informasi mengenai latar belakang pendidikan, pekerjaan, hingga hubungan pribadi Dwi Bagus dengan korban. Hasil pemeriksaan psikologis terhadap tersangka juga menjadi salah satu fakta yang disampaikan penyidik dalam pengungkapan kasus tersebut.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Dwi Bagus ditangkap polisi di wilayah Jombang pada Minggu (25/10/2026). Penangkapan itu merupakan hasil penyelidikan atas laporan hilangnya kedua korban. Berikut tujuh fakta mengenai sosok Dwi Bagus Martono, sebagaimana dihimpun Viva pada Rabu (28/10/2026).
1. Berusia 40 tahun dan berasal dari Kota Madiun
Dwi Bagus Martono atau DBM merupakan pria berusia 40 tahun yang tinggal di Kota Madiun, Jawa Timur. Namanya menjadi perhatian setelah polisi mengungkap dugaan keterlibatannya dalam kematian seorang perempuan berusia 30 tahun dan anak laki-lakinya yang berusia empat tahun.
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Timur Kombes Pol Roy Hutton Marulamrata Sihombing menjelaskan bahwa tersangka ditangkap setelah polisi menyelidiki laporan hilangnya kedua korban.
2. Memiliki latar belakang pendidikan tinggi
Polisi mengungkapkan bahwa Dwi Bagus merupakan lulusan perguruan tinggi ternama.
3. Bekerja sebagai tenaga ahli pemetaan tanah
Selain latar belakang pendidikannya, pekerjaan Dwi Bagus turut menjadi perhatian. Ia disebut bekerja di sektor swasta dengan pekerjaan yang berkaitan dengan survei lapangan atau pemetaan tanah. Meski demikian, informasi mengenai nama perusahaan, jabatan formal, dan lama tersangka menjalani pekerjaan tersebut belum dijelaskan secara terperinci dalam keterangan kepolisian.
4. Disebut memiliki IQ di atas rata-rata
Polisi turut menyampaikan informasi mengenai kemampuan intelektual Dwi Bagus berdasarkan hasil pemeriksaan yang diberitakan saat pengungkapan kasus. “Hasil tes psikologisnya memang sudah keluar. Memang ada kecenderungan tersangka ini bersifat superior,” ujar Roy.
Ia menjelaskan hasil pemeriksaan juga menunjukkan kemampuan intelektual tersangka tergolong tinggi. "Memang dia mempunyai kelebihan, tingkat IQ di atas rata-rata. Kemudian dia juga memiliki kepintaran yang cukup tinggi," katanya.






Komentar (0)