Menko Airlangga Singgung Dampak Pelemahan Rupiah: Bisa Dongkrak Ekspor

katadata.co.id
5 jam lalu
Cover Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menilai pelemahan rupiah tidak hanya berdampak negatif. Ia menilai, depresiasi mata uang Indonesia itu bisa memiliki dampak positif terhadap daya saing.

“Kalau buat ekspor menambah daya saing,” kata Airlangga kepada wartawan di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (27/10). 

Di sisi lain ia memastikan pemerintah terus memantau pergerakan nilai tukar mata uang garuda.  Melansir data spot Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup di angka 18.156 per US$ pada penutupan Selasa (27/10). 

“Nanti dimonitor. Bank Indonesia juga terus monitor,” kata dia.  Angka pada penutupan ini menunjukkan pelemahan rupiah sebesar 19 poin atau 0,10% dari pembukaan pagi ini yakni 18.137 per US$. 

Di sisi lain, Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti sebelumnya memastikan bank sentral selalu memantau pergerakan nilai tukar rupiah yang tengah menghadapi volatilitas akibat situasi global.  

“Kami tetap ada di pasar. Ini tergantung supply-demand hari ini. Kami monitor pergerakannya,” kata Destry kepada wartawan di hotel Fairmont, Jakarta, Senin (26/10). Destry menilai, nilai tukar rupiah yang menembus 18.100 per US$ merupakan pergerakan biasa. 

Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada pekan lalu mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat nilai tukar rupiah melemah dan menembus lebih dari 18.000 per dolar AS.  

Salah satunya, kondisi global masih diwarnai volatilitas tinggi, termasuk akibat inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih berada di atas target dan prospek suku bunga tinggi dalam waktu lebih lama atau higher for longer.  

Tantangan bagi rupiah lainnya, yakni perkembangan kebijakan suku bunga bank sentral AS, yakni Federal Reserve (The Fed).   “Sehingga itu menjadi salah satu tantangan buat rupiah kita,” kata Destry dalam konferensi pers usai rapat terbatas ekonomi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (19/10). 

Destry mengklaim, bank sentral dapat mengantisipasi sejumlah kondisi yang menekan nilai tukar rupiah tersebut. Ia pun mengaku diminta Presiden Prabowo Subianto untuk mengupayakan stabilitas mata uang garuda.  

Langkah BI untuk menjaga stabilitas rupiah yaitu dengan memanfaatkan berbagai instrumen kebijakan, mulai dari intervensi di pasar valuta asing melalui transaksi spot dan non-deliverable forward (NDF), hingga insentif biaya lindung nilai atau hedging.  


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dony Oskaria dan Bobby Rasyidin Puji Andre Rosiade, Dinilai Serius Perjuangkan Reaktivasi Rel Sumbar
• 4 jam lalu
0
thumb
Pemilu Israel yang Akan Jadi Penentu Nasib Netanyahu
• 4 menit lalu
0
thumb
Kok Bisa McLaren Tunggak Pajak Ratusan Juta Atas Nama Montir?
• 17 jam lalu
0
thumb
Menpora Erick Minta Evaluasi Total Keselamatan Atlet Usai Syabilla Rizkia Meninggal
• 6 jam lalu
0
thumb
Hitung-Hitungan Biaya Cas Motor Listrik untuk Harian
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.