Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Hadapi Nataru, Swasembada Berlanjut Tanpa Impor

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Kondisi ini memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman El Nino dan memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terjaga.

Mentan Pastikan Pasokan Beras Aman Hadapi Nataru, Swasembada Berlanjut Tanpa Impor. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pasokan beras nasional aman menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), didukung cadangan beras pemerintah (CBP) di Perum Bulog yang mencapai sekitar 4,5 juta ton serta keberlanjutan produksi dalam negeri. Kondisi ini memperkuat ketahanan pangan nasional di tengah ancaman El Nino dan memastikan kebutuhan beras masyarakat tetap terjaga.

Amran menyampaikan bahwa Indonesia mempertahankan swasembada beras selama dua tahun pemerintahan tanpa impor. Ketersediaan beras nasional ditopang oleh cadangan pemerintah, produksi yang masih berlangsung di lahan, serta beras yang beredar di masyarakat.

Baca Juga:
Mentan Gandeng Bareskrim Usut Dugaan Mafia Pangan di Sektor Pertanian dan Peternakan

“Pangan kita, khususnya beras yang menjadi pangan strategis, selama dua tahun pemerintahan saat ini swasembada berkelanjutan. Tahun lalu tidak impor, tahun ini juga tidak impor. Insyaallah stok kita aman, aman sampai bulan Juli. Stok kita tertinggi sepanjang sejarah saat ini,” kata Mentan Amran dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas) Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, dikutip Selasa (27/10/2026).

Amran menjelaskan, cadangan beras di Bulog mencapai sekitar 4,5 juta ton. Sementara itu, ketersediaan beras nasional juga didukung oleh produksi yang masih berada di lahan atau standing crop serta stok yang berada di masyarakat, termasuk sektor hotel, restoran, dan katering (horeka).

Baca Juga:
Kementan-Kemenko PM Entaskan Kemiskinan Lewat Pemberdayaan Pertanian

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,5 juta ton per bulan, pemerintah optimistis pasokan beras tetap terjaga. Amran menyebut, berdasarkan perhitungan ketersediaan beras nasional secara keseluruhan, pasokan diperkirakan mencukupi hingga Juli–Agustus 2027.

“Standing crop kita itu 10 juta ton. Kemudian horeka itu 10 juta ton. Di Bulog 4,5 juta ton, total sekitar 25 juta ton. Kebutuhan per bulan 2,5 juta ton. Kalau 25 juta ton dibagi kebutuhan 2,5 juta per bulan, berarti itu bisa untuk 10 bulan ke depan. Artinya sampai bulan Juli-Agustus aman,” ujar dia.

Baca Juga:
Mentan Siapkan 2 Juta Hektare Lahan Tambahan untuk Pertanian

Untuk menjaga kesinambungan produksi di tengah ancaman El Nino, pemerintah juga telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, mulai dari pompanisasi, optimalisasi lahan, perbaikan irigasi, hingga penggunaan benih tahan kekeringan.

“Jadi, El Nino tidak perlu mengkhawatirkan karena kita sudah mengantisipasi sebelumnya. Dengan pompanisasi, oplah, irigasi kita perbaiki, kemudian benih tahan kekeringan,” kata Amran.

Upaya tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga produksi beras agar tetap berkelanjutan, sehingga ketahanan pasokan tidak hanya bergantung pada cadangan yang tersedia, tetapi juga ditopang kemampuan produksi dalam negeri.

Keberlanjutan swasembada beras tanpa impor menjadi modal penting bagi pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, termasuk menghadapi periode peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang akhir tahun. Kementan terus memperkuat produksi domestik dan mengantisipasi risiko iklim agar pasokan beras tetap terjaga.

(NIA DEVIYANA)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
5 Makanan dan Minuman Jepang Terbaik untuk Kulit
• 5 jam lalu
0
thumb
Alasan Jaro Ade Absen Panggilan KPK
• 9 jam lalu
0
thumb
Hyundai Perkuat Pemasok Lokal, Bidik Rantai Pasok Otomotif Lebih Andal
• 13 jam lalu
0
thumb
Get The Look: Inspirasi Gaya untuk Museum Date ala Yujin IVE
• 11 jam lalu
0
thumb
Bursa Asia Melonjak, IPO Anthropic Jadi Katalis Jelang Laporan Teknologi
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.