Bursa Asia Melonjak, IPO Anthropic Jadi Katalis Jelang Laporan Teknologi

idxchannel.com
11 jam lalu
Cover Berita

Bursa saham Asia melonjak pada perdagangan Selasa (27/10/2026), didorong pengajuan penawaran umum perdana (IPO) Anthropic.

Bursa Asia Melonjak, IPO Anthropic Jadi Katalis Jelang Laporan Teknologi. (Foto: Reuters)

IDXChannel – Bursa saham Asia melonjak pada perdagangan Selasa (27/10/2026), didorong pengajuan penawaran umum perdana (IPO) Anthropic yang telah lama dinantikan.

Langkah tersebut meningkatkan selera risiko investor menjelang rilis laporan keuangan perusahaan teknologi besar yang akan menjadi ujian bagi tren investasi kecerdasan buatan (AI), serta pertemuan bank sentral yang akan menentukan arah suku bunga dalam jangka pendek.

Baca Juga:
Mulai Pulih, United Tractors (UNTR) Cetak Laba Bersih Rp7,9 Triliun hingga September 2026

Anthropic, pemilik chatbot Claude, mengungkapkan kerugian yang membengkak disertai pertumbuhan pendapatan yang sangat pesat dalam dokumen pengajuan IPO di Amerika Serikat (AS).

Investor kini semakin mencermati potensi imbal hasil dari belanja AI dalam skala besar sekaligus kemampuan perusahaan untuk mencetak keuntungan.

Baca Juga:
Lula da Silva Terpilih Kembali Jadi Presiden, Bursa Saham dan Mata Uang Brasil Anjlok

Sentimen pasar juga terdorong oleh rencana Meta Platforms untuk menghimpun dana hingga USD95 miliar melalui aksi penggalangan modal berbasis ekuitas terbesar sepanjang sejarah perusahaan.

Di pasar valuta asing, pergerakan relatif terbatas menjelang keputusan kebijakan moneter Federal Reserve, Bank Sentral Eropa (ECB), dan Bank of Japan (BOJ).

Baca Juga:
Jababeka (KIJA) Fokus Perkuat Kawasan Industri demi Dongkrak Pendapatan Berulang

Ekonom memperkirakan ketiga bank sentral tersebut mempertahankan suku bunga, sehingga perhatian investor akan tertuju pada pernyataan para pejabat untuk membaca arah kebijakan suku bunga selanjutnya.

Di pasar saham, indeks KOSPI Korea Selatan yang sarat saham teknologi menguat lebih dari 4 persen pada awal perdagangan.

Sementara itu, indeks Nikkei Jepang naik 1,9 persen. Indeks MSCI yang mencakup saham-saham Asia Pasifik di luar Jepang juga menguat 1,2 persen.

Kontrak berjangka (futures) Nasdaq naik 0,4 persen setelah indeks saham-saham semikonduktor AS melonjak 2,8 persen pada perdagangan semalam, mencatat kenaikan harian terbesar dalam sebulan. Sementara itu, kontrak berjangka saham Eropa turun 0,23 persen.

Lebih dari sepertiga perusahaan yang masuk indeks S&P 500 dijadwalkan merilis laporan keuangan pada pekan ini, termasuk perusahaan hyperscaler Alphabet, Microsoft, dan Amazon.com.

"Seiring meningkatnya sorotan terhadap AI dan berbagai pengaturan yang saling terkait belakangan ini, investor akan membutuhkan bukti bahwa permintaan meluas di luar hubungan antarpihak tersebut untuk menopang ekspansi infrastruktur yang berkelanjutan," kata kepala strategi pasar Ameriprise, Anthony Saglimbene, seperti dikutip Reuters.

"Investor membutuhkan keyakinan bahwa belanja modal yang agresif mencerminkan kebutuhan bisnis yang berkelanjutan dan profitabilitas akan tetap terjaga ketika infrastruktur baru mulai beroperasi," ujarnya.

Di pasar komoditas, harga minyak mentah Brent turun 0,7 persen menjadi USD114,95 per barel.

Harga minyak menjauh dari level tertinggi dalam enam bulan setelah investor mempertimbangkan potensi penyelesaian konflik AS-Israel dengan Iran.

Perkembangan tersebut meredakan kekhawatiran pasokan, meski sentimen pasar masih rapuh. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SMPN 2 Depok Banjir Usai Hujan Deras, Ruang Kelas dan Kepala Sekolah Terendam
• 3 jam lalu
0
thumb
KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Suami Fadia Arafiq
• 13 jam lalu
0
thumb
Video: Danantara Bakal Lakukan Transformasi di PLN dari Hulu ke Hilir
• 9 jam lalu
0
thumb
Prihatin Ada Bobotoh Meninggal setelah Garudayaksa FC Vs Persib, Umuh Muchtar Minta Semua Pihak Menahan Diri
• 20 jam lalu
0
thumb
Dolar AS Menguat, Euro dan Poundsterling Melemah
• 11 jam lalu
0
Berhasil disimpan.