Malaysia Tawarkan ke RI Pesawat Amfibi dan Helikopter Atasi Karhutla

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Malaysia dilaporkan telah menawarkan bantuan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Indonesia. Adapun bantuan yang ditawarkan adalah satu unit pesawat amfibi, satu unit helikopter, dan 44 personel.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badam Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Berton SP Panjaitan, mengatakan, pihaknya telah bertemu perwakilan pemerintah Malaysia pada Selasa (27/10/2026). Dalam pertemuan itu, pemerintah Malaysia menawarkan langsung bantuan penanganan karhutla kepada BNPB. 

Baca Juga
  • Kepada Menlu Singapura, Arrmanatha: Indonesia Fokus Tangani Karhutla
  • Pakar Dorong Penanganan Karhutla Perlu Kolaborasi dan Penegakan Hukum
  • Karhutla Gunung Lawu dan Sumbing Hanguskan Lebih dari 1.800 Hektare Lahan

"Hari ini Kepala Badan BNPB dengan perwakilan dari pemerintah Malaysia sudah bertemu dan apa yang ditawarkan untuk melakukan pemadaman Karhutla adalah Malaysia menawarkan satu pesawat amfibi, satu heli untuk water bombing dan 44 personel," kata Berton saat konferensi pers secara daring di Jakarta, Selasa.

Berton menjelaskan, pemerintah Malaysia juga sejumlah kerja sama lainnya dalam penanganan karhutla. Beberapa di antaranya adalah untuk melakukan deteksi dini, analisis data, serta melakukan penelitian maupun peningkatan kapasitas sumber daya manusia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

"Sehingga ke depan sumber daya manusia kita bisa lebih meningkat kemampuannya," katanya. Berton belum menjelaskan secara pasti terkait waktu bantuan tersebut akan dioperasikan untuk penanganan karhutla.

Namun, bantuan itu nantinya akan berada di bawah kendali pemerintah Indonesia ketika dioperasikan. "Tentu melakukan koordinasi dan kedaulatan operasi dilakukan sepenuhnya dikendalikan oleh pemerintah Indonesia ketika ini nanti diaktifkan," jelas Berton.

Hingga saat ini karhutla masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan data terakhir, karhutla masih terjadi di wilayah Sumatra Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Total luas lahan yang masih terbakar diperkirakan mencapai 1.500 hektare.

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Komnas HAM Dorong Perluasan Regulasi Pekerja Gig dan Transparansi Algoritma
• 21 jam lalu
0
thumb
Mahasiswa Diminta Sampaikan Aspirasi Sesuai dengan Semangat Sumpah Pemuda
• 2 jam lalu
0
thumb
Cerita Purbaya Dicap Pelit Istri Gegara Gak Ganti Mobil Puluhan Tahun
• 11 jam lalu
0
thumb
Pimpinan KPK Usul Rampas Harta Pejabat yang Tidak Dimasukkan dalam LHKPN
• 5 jam lalu
0
thumb
Pemerintah Raup Rp17,01 Triliun dari SBR015, Investor Milenial dan Perempuan Mendominasi
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.