Menteri PPPA: Kerja Kami Memang Tak Terlihat, karena Mengubah Perspektif Orang Lain

disway.id
2 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID-- Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifatul Choiri Fauzi menyebut perubahan perspektif masyarakat menjadi salah satu tantangan terbesar dalam upaya pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak di Indonesia.

Menurutnya, perubahan cara pandang masyarakat membutuhkan waktu panjang sehingga hasilnya tidak selalu dapat terlihat dalam waktu singkat.

BACA JUGA: Indonesia Manufacturing Insight Forum 2026 Berlangsung hingga 31 Oktober, Hadirkan Sederet Praktisi Ini

“Kerja kami memang tidak kelihatan, karena kerja kami adalah mengubah perspektif orang lain. Ini enggak bisa dilihat sebulan, dua bulan, setahun, dua tahun,” kata Arifatul di kantornya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Dia mencontohkan meningkatnya keterwakilan perempuan di DPR sebagai salah satu perubahan yang menurutnya merupakan hasil dari proses panjang pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh kementerian sebelumnya maupun para aktivis.

“Sekarang banyak anggota DPR yang perempuan. Itu mungkin hasil kerja kementerian yang sebelumnya, aktivis sebelumnya, hasilnya baru sekarang,” ujarnya.

BACA JUGA:Stok Beras 4,5 Juta Ton, Cadangan Beras Indonesia Unggul Jauh dari Negara ASEAN Lainnya

Arifatul menegaskan, upaya mengubah perspektif masyarakat tidak bisa dilakukan secara instan. Proses tersebut membutuhkan peningkatan pemahaman dan kesadaran agar masyarakat memiliki pandangan yang lebih setara terhadap perempuan dan anak.

“Ini adalah proses pemahaman, menumbuhkan kesadaran,” jelasnya.

Dia juga menyoroti perubahan perspektif mengenai kekerasan sebagai pekerjaan rumah yang masih harus diselesaikan. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa tidak seorang pun boleh menjadi korban maupun pelaku kekerasan.

“Pekerjaan yang belum selesai, menurut kami, adalah perspektif baru, siapapun tidak boleh mengalami kekerasan dan melakukan kekerasan,” ucap Arifatul.

BACA JUGA:Merajut Harmoni Bisnis dan Tradisi: Komitmen Berkelanjutan PTPN IV PalmCo Bersama Masyarakat Adat Dayak.

Untuk mendorong perubahan tersebut, dia menilai gerakan di tingkat akar rumput atau grassroots perlu diperkuat.

Keterlibatan masyarakat dinilai penting agar upaya pencegahan kekerasan dan perlindungan perempuan serta anak dapat berjalan hingga ke lingkungan tempat mereka tinggal.

“Maka tadi gerakan di grassroots itu yang harus kita perkuat,” tuturnya.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Dorong Kampus SDGs, FMIPA UNM Ubah 210,5 Kg Sampah Bernilai Ekonomi untuk Tenaga CS
• 6 jam lalu
0
thumb
Menko Yusril Bicara Soal Kasus Pencurian Ikan dan Under-Invoicing Tambang dalam Revisi UU Tipikor
• 11 jam lalu
0
thumb
Gelar Aksi Protes, Warga Bersuara Letakkan Buket Bunga di Depan Eskalator Stasiun KRL Bojonggede
• 19 jam lalu
0
thumb
Konsep Illicit Enrichment Ditolak Masuk RUU Perampasan Aset
• 6 jam lalu
0
thumb
Impor Minyak Mentah tak Lagi Singgah ke Negara Lain, Fasilitas Storage Disiapkan
• 16 jam lalu
0
Berhasil disimpan.