Gelar Aksi Protes, Warga Bersuara Letakkan Buket Bunga di Depan Eskalator Stasiun KRL Bojonggede

jpnn.com
3 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Gerakan Warga Bersuara menggelar aksi protes simbolik dengan meletakkan buket bunga di depan eskalator Skybridge Stasiun Bojonggede, Senin (26/10/2026).

Aksi ini menjadi ungkapan kekecewaan masyarakat pengguna KRL terhadap kerusakan eskalator yang berlarut-larut dan belum memperoleh kepastian penanganan.

BACA JUGA: Begini Cara Naik TransJakarta dan KRL Gratis Pakai ShopeePay

Buket bunga tersebut bukan sekadar simbol keprihatinan, melainkan pesan terbuka kepada Pemerintah Kabupaten Bogor, khususnya Dinas Perhubungan, agar segera merespons keluhan masyarakat dan mengambil langkah konkret.

Satu eskalator dilaporkan telah sekitar satu tahun tidak berfungsi, sementara eskalator lainnya mengalami kerusakan selama lebih dari satu minggu.

BACA JUGA: Bank Mandiri Dukung Livin’ by Mandiri Visa Jakarta Hybrid Race 2026, 8 Stasiun Workout Menanti!

Kondisi ini menambah beban warga yang setiap hari menggunakan Skybridge untuk berangkat bekerja, bersekolah, dan menjalankan aktivitas lainnya.

Fika, salah seorang pengguna KRL sekaligus penggerak Warga Bersuara, mengatakan gerakan ini berangkat dari banyaknya keluhan yang ditemukan di antara pengguna jalur tersebut.

BACA JUGA: Polisi Tetapkan Sopir Green SM Tersangka Kasus Kecelakaan KRL di Bekasi Timur

"Kami menginisiasi Warga Bersuara karena banyak keluhan masyarakat yang kami temukan," ujar Fika.

Fika mengaku sebagai pengguna KRL melihat langsung bagaimana kondisi ini menyulitkan warga setiap hari.

"Kami merasa tidak bisa terus diam ketika persoalan yang menyangkut kepentingan banyak orang belum mendapat kepastian penyelesaian,” ujar Fika.

Senada dengan itu, Yogen, pengguna KRL yang setiap hari bekerja di Jakarta dan melintasi Skybridge Bojonggede menilai kerusakan eskalator bukan persoalan sepele bagi masyarakat yang mengandalkan transportasi publik.

“Setiap hari kami melewati jalur ini untuk bekerja di Jakarta. Ketika eskalator tidak berfungsi dalam waktu lama, masyarakat yang harus menanggung kesulitannya," ujar Yogen.

Yogen meminta Dishub dan Pemkab Bogor memberikan penjelasan yang terbuka, langkah penanganan yang jelas, dan kepastian kapan fasilitas ini dapat kembali berfungsi.

Melalui aksi tersebut, Warga Bersuara menyampaikan sejumlah tuntutan, yakni kepastian perbaikan eskalator, keterbukaan informasi mengenai kendala penanganan, koordinasi antarpihak yang bertanggung jawab.

Mereka juga meminta jaminan aksesibilitas dan keselamatan bagi seluruh pengguna Skybridge, terutama lansia, penyandang disabilitas, ibu hamil, dan warga dengan keterbatasan mobilitas.

Warga Bersuara menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk kontrol sosial yang dilakukan secara damai.

Masyarakat tidak menuntut pelayanan yang berlebihan, tetapi menginginkan fasilitas publik yang layak, aman, dan berfungsi sebagaimana mestinya.

“Bagi kami, persoalannya bukan hanya eskalator yang berhenti bergerak. Ini juga tentang bagaimana keluhan masyarakat ditanggapi. Jangan sampai warga terus menanggung dampaknya sementara kepastian penanganan tak kunjung diperoleh,” demikian sikap Warga Bersuara.

Gerakan ini mengajak masyarakat pengguna KRL Bojonggede untuk turut mengawal persoalan tersebut hingga ada tindak lanjut yang nyata.

Warga Bersuara berharap Dishub dan Pemkab Bogor segera memberikan respons resmi dan memastikan penyelesaian masalah sesuai kewenangan masing-masing.(fri/jpnn)


Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Cegah Inflasi, Kemendagri Minta Pemda Cek Harga Komoditas Secara Berkala
• 11 jam lalu
0
thumb
Bela Ibu, Anak Tewas Dianiaya Ayah di Bandung, Berawal Cekcok Perkara Judol
• 23 jam lalu
0
thumb
BNPB Evaluasi Penanganan Karhutla Bromo Setelah Enam Warga dan Petugas Meninggal | KOMPAS PETANG
• 10 jam lalu
0
thumb
34 UMKM Tersertifikasi bakal Produksi 2,4 Juta Genteng
• 3 jam lalu
0
thumb
Lowongan Kerja Indocement Management Trainee 2027, Cek Syarat dan Cara Daftarnya
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.