Merajut Harmoni Bisnis dan Tradisi: Komitmen Berkelanjutan PTPN IV PalmCo Bersama Masyarakat Adat Dayak

disway.id
4 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, DISWAY.ID - Di tengah pesatnya modernisasi sektor perkebunan kelapa sawit di Indonesia, ada sebuah komitmen teguh untuk tidak meninggalkan akar tradisi.

Sub Holding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo, terus menunjukkan bahwa operasional bisnis perkebunan skala besar dapat berjalan beriringan dengan pelestarian kearifan lokal. 

Hal ini tercermin dalam praktik-praktik perusahaan yang senantiasa melibatkan masyarakat adat, khususnya di Kalimantan Barat, dalam setiap fase penting operasional perkebunan, seperti peremajaan kebun (replanting).

Bagi masyarakat adat ayak, tanah bukan hanya komoditas ekonomi, melainkan ruang hidup yang memiliki dimensi spiritual. 

BACA JUGA:Merajut Harmoni Bisnis dan Tradisi: Komitmen Berkelanjutan PTPN IV PalmCo Bersama Masyarakat Adat Dayak

Kesadaran inilah yang dijunjung tinggi oleh PalmCo melalui wilayah kerjanya, Regional V yang ada di Kalimantan. Ritual adat Baremah sebuah tradisi menyucikan dan meminta restu kepada Sang Pencipta (Jubata) serta alam semesta menjadi bagian tak terpisahkan sebelum perusahaan memulai aktivitas yang bersinggungan langsung dengan pembukaan atau peremajaan lahan.

Langkah korporasi untuk secara konsisten mengadopsi ritual seperti Baremah bukanlah sekadar seremonial belaka. Ini adalah manifestasi dari penerapan prinsip keberlanjutan (sustainability) yang holistik, di mana aspek sosial dan budaya (People) ditempatkan setara dengan aspek lingkungan (Planet) dan ekonomi (Profit).

BACA JUGA:Perkuat Tata Kelola dan Standar Global, PTPN IV Akselerasi Sertifikasi Ratusan Kebun dan PKS Seluruh Regional

Ketua ewan Adat ayak ( A ) Kecamatan Kembayan, Thomas S.Pd., M.Si., memberikan apresiasi mendalam terhadap komitmen jangka panjang perusahaan BUMN ini.

Menurutnya, pelibatan masyarakat adat dan pelaksanaan ritual tradisional adalah bentuk penghormatan tertinggi terhadap hak-hak kultural masyarakat lokal.

"Tradisi Baremah ini adalah warisan leluhur kami untuk menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta," ujar Thomas.

"Kami sangat mengapresiasi dan menaruh hormat kepada PTPN IV PalmCo yang terus secara konsisten melestarikan kearifan lokal ini dalam setiap langkah operasional mereka. Ini bukan sekadar tentang peremajaan sawit, tetapi tentang bagaimana perusahaan hadir, menghargai, dan menyatu dengan adat istiadat kami. Harmoni seperti inilah yang menjamin keberlanjutan alam dan kedamaian di masyarakat."

BACA JUGA:Tingkatkan Pendapatan Warga, PTPN IV PalmCo Salurkan Ribuan Bibit Nanas untuk Dua Desa di Jambi

Ritual-ritual adat yang dilibatkan dalam kegiatan perkebunan, yang dipimpin oleh tokoh spiritual adat setempat, menyimbolkan harapan agar seluruh proses berjalan lancar, aman, dan membawa keberkahan, tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi kemakmuran masyarakat di sekitar perkebunan.

Dari perspektif korporasi, integrasi kearifan lokal ini merupakan strategi penting dalam membangun fondasi bisnis yang kuat dan berakar pada masyarakat.

  • 1
  • 2
  • »

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Bhayangkara FC Jaga Rekor Tak Terkalahkan Usai Imbang 0-0 Lawan PSM
• 21 jam lalu
0
thumb
Tungku Diduga Tempat Dwi Bagus Bakar Jasad Dini-Anak di Madiun Diperiksa Polisi
• 14 jam lalu
0
thumb
NasDem Gelar Sekolah Pemikiran Bung Hatta
• 8 jam lalu
0
thumb
Menkomdigi Minta Polri Tindak Tegas Kejahatan Digital, Soroti Jual Beli Data
• 8 jam lalu
0
thumb
Motif Sadis Dwi Bagus Bunuh Istri Siri dan Anak di Madiun Terungkap: Cemburu Buta, Istri Sah Chat Korban Jadi Pemicu
• 18 jam lalu
0
Berhasil disimpan.