MIND ID Perkuat Investasi Hilirisasi Mineral, Dorong Nilai Tambah di Dalam Negeri

metrotvnews.com
9 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Pengembangan industri pengolahan mineral menjadi salah satu upaya memperkuat nilai tambah komoditas tambang di dalam negeri. Melalui investasi strategis dan pembangunan ekosistem terintegrasi, sektor pertambangan diarahkan untuk mendukung industrialisasi serta memperluas manfaat ekonomi bagi Indonesia.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Ketua Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menyampaikan bahwa investasi menjadi salah satu motor pertumbuhan ekonomi nasional. Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi disebut meningkat hingga mendekati 38%–39%, dibandingkan kisaran 28%–32% pada periode sebelumnya.

Dalam satu dekade terakhir, total realisasi investasi di Indonesia disebut telah mencapai sekitar Rp9.100 triliun. Rosan juga menilai hilirisasi berperan dalam membangun rantai industri di dalam negeri sehingga nilai tambah dan aktivitas ekonomi dapat dinikmati lebih luas.

Sejalan dengan arah tersebut, Holding Industri Pertambangan MIND ID mengembangkan sejumlah proyek hilirisasi mineral, mulai dari ekosistem bauksit, alumina, dan aluminium di Kalimantan Barat, pengolahan logam mulia di Gresik, hingga pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Maluku dan Jawa Barat.
Atas investasi strategis tersebut, MIND ID meraih penghargaan Excellence in Strategic Mining Investment dalam ajang Investor Daily Summit 2026.


Baca Juga :

PTBA Kaji Opsi Buyback Saham di Tengah Dinamika Pasar

Wakil Direktur Utama MIND ID Dany Amrul Ichdan mengatakan penghargaan itu mencerminkan upaya perusahaan mengarahkan investasi pada sektor strategis yang dinilai dapat menciptakan nilai tambah jangka panjang.

“Investasi yang kami lakukan tidak hanya berorientasi pada pengembangan aset, tetapi juga untuk membuka babak baru sektor pertambangan Indonesia melalui penguatan rantai nilai mineral. Dengan demikian, lebih banyak nilai tambah, aktivitas ekonomi, dan manfaat yang dapat tercipta bagi negara dan masyarakat,” katanya.

Salah satu contoh hilirisasi terlihat pada pengembangan ekosistem bauksit. Dalam materi yang disampaikan, nilai bauksit yang disebut sekitar US$40 per ton dapat meningkat menjadi sekitar USD350 per ton setelah diolah menjadi alumina, dan mencapai sekitar US$3.200 per ton ketika menjadi aluminium.

Pengolahan tersebut menggambarkan potensi peningkatan nilai komoditas melalui proses industri lanjutan. Pengembangan nikel juga diarahkan untuk mendukung produksi feronikel, material baterai, hingga rantai industri kendaraan listrik.

Dany menegaskan investasi di sektor mineral tidak hanya berfokus pada pembangunan fasilitas, tetapi juga pada penguatan industri nasional dan peningkatan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Investasi strategis di sektor mineral bukan hanya tentang membangun fasilitas baru. Yang lebih penting adalah bagaimana investasi tersebut memperkuat industri nasional, meningkatkan nilai tambah di dalam negeri, memperbesar penerimaan negara, dan menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. Pada akhirnya, itulah fondasi yang akan memperkuat kedaulatan ekonomi Indonesia,” pungkas Dany. 


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Banpres Rp125 Miliar untuk Penanganan Karhutla Jambi Disalurkan
• 6 jam lalu
0
thumb
Taiwan Di Ujung Perang? Beijing Perintahkan Militer Siap Tempur, 4 Kapal Perang Bergerak Mendekat!
• 11 jam lalu
0
thumb
Sopiah Solihat Bidik Timnas Indonesia, Perjalanan dari Futsal hingga Persija Women
• 10 jam lalu
0
thumb
Hiu Paus 3,5 Meter Terjebak di Tambak Warga di Muna
• 6 jam lalu
0
thumb
Terekam CCTV! Detik-Detik Perwira Muda Kopassus Letda Jihad Ahmad Gugur Tertembak
• 15 jam lalu
0
Berhasil disimpan.