Pekalongan, ERANASIONAL.COM – Telah terjadi insiden kebakaran hebat yang melanda Kantor Koperasi Primkoveri di Jalan Hos Cokroaminoto, Kelurahan Noyontaansari, Kecamatan Pekalongan Timur, Kota Pekalongan, pada Selasa (27/10/2026) dini hari.
Peristiwa yang menghanguskan sebagian besar bangunan ruko dan rumah warga ini bermula sekitar pukul 00.15 WIB dan langsung menarik perhatian warga.
Tanzilal (59), warga yang rumahnya berdampingan langsung dengan Kantor Primkoveri, menceritakan detik-detik awal dirinya menyadari adanya kepulan asap dan bau gosong yang mencurigakan.
“Sekitar pukul 00.15 WIB saya mau buang air kecil, lalu melihat ada asap di sekitar atap rumah dan tercium bau gosong. Saya langsung membangunkan keluarga untuk mencari sumbernya,” terang Tanzilal.
Setelah memeriksa bagian dalam rumah dan tidak menemukan apa pun, ia segera keluar untuk mengecek situasi lingkungan sekitar.
Betapa terkejutnya ia mendapati bahwa sumber asap pekat dan bau gosong tersebut berasal dari Kantor Koperasi Primkoveri yang berada di sebelah rumahnya.
“Saya langsung menelepon Saudara Supriyono selaku pemegang kunci Kantor Primkoveri untuk mengecek ke dalam, dan ternyata benar ada kebakaran di dalamnya,” tambahnya.
Tak lama kemudian, seorang warga yang melintas menawarkan diri untuk membantu melaporkan kejadian darurat tersebut kepada pihak pemadam kebakaran.
Komandan Regu 3 Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, Ahmad Roni, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan personel begitu menerima laporan darurat dari masyarakat.
“Sekitar pukul 00.25 WIB, kami menerima telepon dari warga mengenai kebakaran di Kantor Primkoveri Landungsari yang merambat ke rumah pas di sebelah utara ruko,” ungkap Ahmad Roni.
Roni mengatakan, bahwa proses pemadaman api membutuhkan waktu hampir satu jam lebih dengan mengerahkan berbagai armada pendukung.
“Kami mengerahkan dua unit armada pancar berkapasitas 6.000 liter dan 3.000 liter, serta dibantu satu unit tangki suplai dari BPBD,” jelasnya.
Berdasarkan hasil asesmen awal di lapangan, pihak damkar menduga kuat bahwa musibah kebakaran ini dipicu oleh adanya gangguan kelistrikan.
“Dugaan sementara mungkin dari korsleting listrik, karena terlihat ada indikasi korslet kecil di dalam Kantor Primkoveri,” terang Ahmad Roni.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa nahas ini, namun jumlah kerugian materiil masih belum dapat dipastikan karena pihak pengelola masih melakukan pengecekan.
“Korban jiwa alhamdulillah tidak ada. Taksiran kerugian belum tahu pasti karena pihak Primkoveri dan korban yang rumahnya ikut terbakar masih akan mengeceknya,” kata Roni.
Kebakaran ini menghanguskan satu unit ruko koperasi dengan tingkat kerusakan sekitar 90% serta satu rumah warga di sebelah utara yang mengalami kerusakan sekitar 80%.
Sementara itu, depot kayu yang berada tepat di sisi timur ruko berhasil diselamatkan dan tidak ikut terbakar berkat kesigapan petugas.
Menanggapi insiden ini, pihak Satpol PP Damkar Kota Pekalongan memberikan imbauan penting kepada seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan.
“Mengingat saat ini musim kemarau panjang, kita harus lebih waspada. Jangan menumpuk colokan listrik dan lepaskan sambungan jika sudah tidak digunakan,” tutupnya. (em-aha)






Komentar (0)