Ringkasan Berita
- Ponpes Wali Barokah Kota Kediri menggelar seminar memperingati Hari Santri Nasional 2026 dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Selasa (27/10/2026).
- Seminar menghadirkan perwakilan BNN Kota Kediri, Disbudparpora Kota Kediri, dan Kantor Kementerian Agama Kota Kediri.
- Penguatan karakter, nasionalisme, kepedulian sosial, dan pencegahan penyalahgunaan narkoba menjadi fokus pembahasan.
- Pesantren berharap kolaborasi dengan pemerintah dan lembaga terkait mampu menyiapkan generasi santri yang berintegritas dan berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045.
Kediri (beritajatim.com) – Pondok Pesantren Wali Barokah Kota Kediri memperkuat pembentukan karakter santri melalui seminar kebangsaan dan pencegahan narkoba dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 dan Hari Sumpah Pemuda ke-98, Selasa (27/10/2026). Kegiatan ini menekankan pentingnya membangun generasi muda yang berakhlak, memiliki semangat nasionalisme, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Seminar yang berlangsung di Gedung Pertemuan Ponpes Wali Barokah lantai 2 tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Kota Kediri, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kediri, serta Kantor Kementerian Agama Kota Kediri.
Ketua Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Drs. H. Sunarto, M.Si., mengatakan kegiatan ini bertujuan memberikan informasi dan wawasan yang akurat kepada santri agar mampu meningkatkan peran serta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Menurutnya, santri tidak cukup hanya memiliki pemahaman agama yang kuat. Mereka juga perlu dibekali karakter, pengetahuan, dan kesiapan menghadapi tantangan zaman agar dapat berkontribusi dalam pembangunan nasional.
Cegah Narkoba, Bangun Generasi Santri yang Sehat
Pencegahan penyalahgunaan dan peredaran narkoba menjadi salah satu perhatian utama dalam seminar tersebut. Penguatan kesadaran santri dinilai penting untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat, aman, dan bebas narkoba.
Kepala BNN Kota Kediri, Yudha Wirawan, S.E., M.M., menekankan pentingnya mempersiapkan generasi muda yang sehat, cerdas, dan kuat untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.
Ia juga mengapresiasi komitmen Ponpes Wali Barokah dalam menjaga lingkungan pesantren agar tetap bersih dari narkoba.
Menurut Yudha, momentum Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, salah satunya dengan membekali santri pemahaman mengenai bahaya narkoba serta mendorong mereka menjauhi penyalahgunaan maupun peredarannya.
Upaya pencegahan tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari lembaga pendidikan, pemerintah, keluarga, hingga masyarakat. Dengan edukasi yang berkelanjutan, santri diharapkan mampu mengenali risiko narkoba sekaligus menjadi bagian dari lingkungan yang mendukung perilaku hidup sehat.
Pesantren Jadi Ruang Penguatan Nasionalisme
Ponpes Wali Barokah Kota Kediri menggelar seminar memperingati Hari Santri Nasional 2026 dan Hari Sumpah Pemuda ke-98.Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan dan Olahraga Aris Fahrudin, yang mewakili Kepala Disbudparpora Kota Kediri Ir. Un Achmad Nurdin, M.M., menyoroti pentingnya patriotisme, kegigihan, dan empati dalam membentuk karakter generasi muda.
Ia mengapresiasi peran pesantren dalam membangun karakter serta mendorong kolaborasi antara pemerintah dan lingkungan pendidikan keagamaan.
Menurutnya, pesantren mencerminkan keberagaman masyarakat Indonesia yang dapat menjadi kekuatan untuk menjaga persatuan dan mendukung pembangunan nasional.
Santri diharapkan tidak hanya menjadi penerus nilai-nilai keagamaan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam etika, pendidikan, toleransi, dan kehidupan bermasyarakat.
Semangat kebangsaan tersebut perlu diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, termasuk melalui sikap saling menghormati, kepedulian terhadap sesama, dan partisipasi dalam kegiatan positif di lingkungan sekitar.
Kemenag: Kebanggaan Menjadi Santri Harus Diikuti Aksi Nyata
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Kediri, A. Zamroni, S.Ag., M.Pd.I., mengingatkan bahwa kebanggaan menjadi santri harus disertai kontribusi nyata bagi negeri.
Menurutnya, peringatan Hari Santri tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial atau simbol kebanggaan semata. Semangat perjuangan santri perlu diteruskan melalui tindakan konkret yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan bahwa substansi menjadi santri berkaitan erat dengan moral, akhlak, dan tanggung jawab dalam menjaga nilai-nilai kebaikan.
Karena itu, santri diharapkan menunjukkan perannya melalui gotong royong, kepedulian sosial, keteladanan, serta keterlibatan dalam pembangunan bangsa.
Pesan tersebut sejalan dengan kebutuhan generasi muda untuk memiliki keseimbangan antara kecerdasan intelektual, kematangan moral, dan wawasan kebangsaan. Bekal tersebut menjadi penting agar santri dapat menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai yang menjadi landasan perilakunya.
Sinergi Pesantren dan Pemerintah Menuju Indonesia Emas 2045
Melalui seminar ini, Ponpes Wali Barokah berharap sinergi dengan pemerintah dan lembaga terkait semakin kuat dalam menyiapkan generasi muda yang unggul secara intelektual, matang secara moral, serta memiliki semangat kebangsaan.
Peringatan Hari Santri Nasional dan Hari Sumpah Pemuda menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bahwa santri bukan hanya mewarisi sejarah perjuangan bangsa, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk melanjutkannya melalui karya, keteladanan, dan pengabdian.
Penguatan karakter, pendidikan, kepedulian sosial, dan pencegahan narkoba diharapkan berjalan beriringan dalam membentuk generasi santri yang sehat dan berintegritas.
Dengan kolaborasi berkelanjutan antara pesantren, pemerintah, dan lembaga terkait, santri diharapkan dapat mengambil peran lebih luas dalam menjaga persatuan, membangun masyarakat, serta mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045. [nm/ian]





Komentar (0)