JAKARTA, KOMPAS.TV - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) bersiap melaksanakan demo lanjutan pada 28 Oktober 2026 yang bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
Setelah mengusung lima tuntutan melalui aksi #IndonesiaSadar pada 20 Oktober lalu, perhatian kini tertuju pada kemungkinan perubahan atau penambahan tuntutan dalam aksi berikutnya.
Melalui akun Instagram @bemui_official, BEM UI menyampaikan, titik temu aksi lanjutan ini di Bundaran HI, Jakarta Pusat.
"Pada 28 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, kami bersama seluruh elemen masyarakat akan kembali turun ke jalan untuk menuntut apa yang semestinya kami miliki," bunyi pernyataan BEM UI melalui Instagram, Senin (26/10/2026).
Rencana demo tersebut menjadi kelanjutan dari gerakan yang sebelumnya menyoroti sejumlah persoalan lingkungan, ekonomi, demokrasi, pemberantasan korupsi, dan pendidikan.
Baca Juga: BEM UI Gelar Aksi Demo di Tugu Tani Sore Ini Tanpa Almamater, Ini Alasannya
5 Tuntutan Demo BEM UI 20 OktoberDalam aksi unjuk rasa pada 20 Oktober 2026 di kawasan Tugu Tani, Jakarta Pusat, BEM UI menyampaikan lima tuntutan yang ditujukan kepada pemerintah.
- Penanganan karhutla: Menetapkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai bencana nasional, mengadili korporasi yang bertanggung jawab, serta memulihkan ekosistem terdampak.
- Pembenahan kebijakan ekonomi: Memperbaiki tata kelola kebijakan ekonomi untuk mengatasi ketimpangan sosial.
- Perlindungan ruang sipil: Menghentikan penyempitan ruang sipil dan militerisasi.
- Pemberantasan KKN: Memberantas korupsi, kolusi, dan nepotisme dalam penyelenggaraan negara.
- Pembenahan pendidikan: Menurunkan biaya pendidikan serta mewujudkan sistem pendidikan yang mengabdi kepada rakyat.
Kelima tuntutan tersebut menjadi dasar aksi sebelumnya. Isu-isu yang ada juga memperlihatkan cakupan aspirasi yang tidak terbatas pada satu sektor, melainkan meliputi persoalan lingkungan hingga akses masyarakat terhadap pendidikan.
Baca Juga: Kata BEM UI Gelar Aksi Demo Mahasiswa di Tugu Tani Jakarta
Kemungkinan perkembangan tuntutan menjadi salah satu hal yang perlu dicermati menjelang aksi 28 Oktober. Perubahan dapat berupa penambahan isu, penajaman tuntutan sebelumnya, maupun penyusunan ulang prioritas berdasarkan persoalan yang berkembang di masyarakat.
BEM UI sebelumnya menghimpun aspirasi masyarakat melalui mekanisme Form Tuntutan Rakyat. Penghimpunan aspirasi tersebut menjadi konteks penting untuk menelusuri bagaimana keresahan publik diterjemahkan menjadi tuntutan dalam aksi mahasiswa.
Meski demikian, belum dapat dipastikan apakah seluruh aspirasi yang terkumpul akan menghasilkan tuntutan baru atau tetap berada dalam kerangka lima tuntutan #IndonesiaSadar.
Adapun detail pelaksanaan demo BEM UI pada 28 Oktober 2026 masih menunggu informasi resmi dari penyelenggara. Pembaruan tersebut mencakup format aksi, rangkaian kegiatan, serta teknis pelaksanaan yang akan diterapkan.
Baca Juga: BEM UI dan BEM se-Kalsel Desak Pemerintah Gerak Cepat Atasi Karhutla | SAPA MALAM
Momentum Hari Sumpah PemudaRencana demo BEM UI pada 28 Oktober berlangsung bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda. Momentum tersebut dapat menjadi konteks untuk melihat kembali peran mahasiswa dan masyarakat dalam memberikan aspirasi bagi arah masa depan Indonesia.
Dalam aksi sebelumnya, BEM UI memilih kawasan Tugu Tani sebagai lokasi penyampaian tuntutan. Seruan tersebut menekankan pentingnya keterlibatan publik dalam menyuarakan aspirasi serta menggambarkan aksi sebagai ruang untuk menunjukkan keberlanjutan gerakan.
Download KompasTV Apps di TV kamu, sekarang juga di https://app.kompas.tv/. Satu apps untuk semua Video Premium, Breaking News, dan Live Streaming 24/7 dari Kompas Gramedia.
Penulis : Laela Putri Rahmadani Editor : Edy-A.-Putra
Sumber : Kompas TV
- demo bem ui
- 28 oktober
- demo 28 oktober
- BEM UI
- indonesia sadar
- hari sumpah pemuda






Komentar (0)