Raih PIKI Awards 2026, Stafsus Menag Gugun Gumilar: Kebebasan Beribadah Adalah Amanat Konstitusi

rctiplus.com
7 jam lalu
Cover Berita
Raih PIKI Awards 2026, Stafsus Menag Gugun Gumilar: Kebebasan Beribadah Adalah Amanat KonstitusiNasional | okezone | Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:48Dengarkan Berita

JAKARTA — Staf Khusus Menteri Agama RI, Gugun Gumilar, menerima apresiasi kategori Penggiat Kebebasan Beribadah dalam ajang PIKI Awards 2026 yang diselenggarakan Persatuan Inteligensia Kristen Indonesia (PIKI), Minggu, 25 Oktober 2026.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memperjuangkan kebebasan beribadah dan merawat kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Gugun menegaskan bahwa penghargaan tersebut bukan semata-mata pencapaian personal, melainkan representasi dari kerja bersama berbagai pihak yang terus berkomitmen menjaga kerukunan dan kebebasan beragama di Indonesia.

“Saya menyampaikan terima kasih kepada PIKI atas apresiasi ini. Namun, bagi saya, penghargaan ini bukan tentang prestasi personal,” ujar Gugun, dikutip, Selasa (27/10/2026).

“Ini adalah bentuk penghormatan kepada semua pihak yang selama ini bekerja, berjuang, dan mengambil bagian dalam menjaga kerukunan serta memastikan setiap warga negara dapat menjalankan ibadah sesuai keyakinannya,” lanjutnya.

Baca Juga:Pemprov DKI Tegaskan Jalur Sepeda Tetap Bertahan, Evaluasi Hanya Mencakup Stick Cone-Planter Box

Menurutnya, kebebasan beragama dan beribadah merupakan hak konstitusional yang harus dijaga bersama. Komitmen tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, akademisi, dan komunitas lintas iman.

“Menjaga kebebasan beribadah berarti menjaga konstitusi sekaligus merawat persatuan yang dicita-citakan para pendiri bangsa. Indonesia dibangun di atas keberagaman. Karena itu, perbedaan tidak boleh menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi harus menjadi kekuatan untuk membangun masa depan bersama,” tegasnya.

Gugun menambahkan, kerukunan tidak dapat dibangun oleh satu pihak saja. Dibutuhkan konsistensi, keberanian untuk berdialog, serta kesediaan seluruh elemen bangsa untuk saling menghormati dan melindungi hak setiap warga negara.

 

“Yang terpenting bukan siapa yang menerima penghargaan, tetapi bagaimana dedikasi ini terus berlanjut dan memberikan manfaat bagi masyarakat,"ujarnya.

"Masa depan Indonesia yang kuat harus dibangun di atas penghormatan terhadap konstitusi, kebebasan beribadah, dan persatuan seluruh anak bangsa,” tutup Gugun.

#nasional

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Indonesia Targetkan MoU dengan Portugal Rampung November 2026, Peluang Kerja PMI Bakal Diperluas
• 16 jam lalu
0
thumb
Usai Siklon Arnab, BMKG Pantau Potensi Siklon Baru: Aceh Berpeluang Hujan Lebat
• 4 jam lalu
0
thumb
Cak Imin: BGN Serap 1,3 Juta Warga Miskin Jadi Pekerja Lewat MBG
• 2 jam lalu
0
thumb
2 Anak Menteri Haji Mundur dari Posisi Tenaga Ahli
• 4 jam lalu
0
thumb
Pemotor Tewas Tabrak Pembatas Jalan di Depan PIM 2
• 17 jam lalu
0
Berhasil disimpan.