Lebih dari sekadar kota, Los Angeles (LA) telah menjadi representasi tentang bagaimana kota-kota besar menawarkan akses dan kesempatan bagi mereka yang tengah berlari mengejar impian. Diromantisasi melalui film, buku, dan media mainstream, Los Angeles dan kota-kota besar lainnya kerap digambarkan sebagai tempat berbagai mimpi menemukan jalannya untuk menjadi nyata. Narasi tentang meninggalkan kota kecil demi mengejar ambisi di kota besar pun berulang kali hadir, terutama dalam kisah perempuan yang bermimpi dalam ranah hiburan dan seni.
Para perempuan muda perlahan membangun gagasan tentang indahnya meninggalkan tempat asal dan memulai perjalanan meraih mimpi di kota besar. Dari kejauhan, kota besar menawarkan lebih dari sekadar karier, tetapi juga menghadirkan kemungkinan untuk menjalani kehidupan yang selama ini hanya bisa mereka bayangkan.
Di tengah romantisasi Los Angeles sebagai tempat berseminya mimpi-mimpi besar, penyanyi Adéla menawarkan perspektif berbeda melalui lagunya, “Ain’t In LA”. Lewat lagu tersebut, Adéla mempertanyakan anggapan bahwa perempuan dengan ambisi besar harus berada di pusat industri hiburan untuk mewujudkan potensinya.






Komentar (0)