Kalahkan Mbappe dan Yamal, Kane Menangkan Ballon d’Or 2026

harianfajar
9 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, LONDON – Harry Kane mengukir sejarah besar dengan memenangkan Ballon d’Or 2026. Dia mengalahkan Kylian Mbappe dan Lamine Yamal.

Striker Bayern Munchen itu memutus puasa gelar pemain Inggris selama 25 tahun setelah tampil luar biasa dengan koleksi 73 gol sepanjang musim 2025/2026.

Kane menjadi pemain Inggris pertama yang meraih penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola sejak Michael Owen pada 2001.

Keberhasilan tersebut sekaligus menjadi puncak perjalanan Kane setelah bertahun-tahun membuktikan ketajamannya di level tertinggi.

Pengumuman pemenang berlangsung dalam seremoni Ballon d’Or di London, Senin (26/10/2026).

Kane berhasil mengungguli para pesaingnya, termasuk bintang muda Barcelona, Lamine Yamal, dan penyerang Real Madrid, Kylian Mbappe.

Torehan 73 gol menjadi salah satu modal utama Kane untuk memenangkan penghargaan tersebut. Namun, kontribusinya tidak berhenti pada urusan membobol gawang lawan.

Ia juga memiliki kemampuan membangun serangan, mengatur aliran bola, dan membuka ruang bagi rekan setimnya.

Kane Cetak 73 Gol, Tantang Rekor Lionel Messi

Produktivitas Kane sepanjang musim 2025/2026 menempatkannya dalam jajaran pencetak gol paling tajam dalam statistik yang disajikan.

Ia membukukan 73 gol, hanya terpaut sembilan gol dari rekor Lionel Messi yang mencetak 82 gol pada musim 2011/2012.

Berikut daftar pencetak gol terbanyak berdasarkan statistik tersebut:

Catatan tersebut memperlihatkan konsistensi Kane sebagai mesin gol Bayern Munchen.

Meski begitu, keunggulannya dibandingkan sejumlah striker lain juga terletak pada keterlibatannya dalam permainan secara keseluruhan.

Kane tidak selalu menunggu bola di dalam kotak penalti.

Ia sering turun lebih dalam untuk membantu mengalirkan bola dan merancang serangan sebelum kembali masuk ke area penyelesaian akhir.

Persentase sentuhannya di dalam kotak penalti bersama Bayern tercatat sebesar 14,8 persen.

Angka itu lebih rendah dibandingkan Erling Haaland yang mencapai 26,8 persen.

Perbedaan tersebut menggambarkan pendekatan permainan kedua striker. Kane lebih banyak terlibat dalam pembangunan serangan, sedangkan Haaland lebih sering beroperasi di area berbahaya untuk menyelesaikan peluang.

Pelatih Bayern, Vincent Kompany, juga pernah memuji perkembangan Kane. Ia menilai sang striker terus berkembang dan tetap menunjukkan kemauan besar untuk bekerja keras demi kepentingan tim.

Lamine Yamal Kalah, Ambisi Ballon d’Or Belum Padam

Lamine Yamal harus menunda ambisinya meraih Ballon d’Or setelah gagal menjadi pemenang pada edisi 2026.

Namun, hasil tersebut belum menutup peluang bintang Barcelona itu untuk merebut penghargaan serupa pada masa mendatang.

Yamal sebelumnya telah menyatakan keinginannya memenangkan lebih dari satu Ballon d’Or sepanjang karier.

Dengan usianya yang masih muda, ia memiliki kesempatan untuk terus berkembang dan bersaing dengan para pemain elite dunia.

Kontribusi Yamal pun tidak selalu bisa diukur melalui jumlah gol maupun assist.

Dalam permainan tim nasional, ia juga menjalankan peran taktis untuk membuka ruang bagi pemain lain, termasuk bek kanan Pedro Porro.

Kegagalannya tahun ini menjadi tantangan tersendiri bagi Yamal.

Persaingan dengan Kane dan Mbappe memperlihatkan bahwa performa individu yang menonjol belum tentu cukup untuk memastikan kemenangan dalam pemungutan suara Ballon d’Or.

Mbappe Kembali Gagal, Penantian Gelar Berlanjut

Kylian Mbappe juga belum berhasil mengakhiri penantiannya untuk memenangkan Ballon d’Or.

Penyerang asal Prancis itu telah sembilan kali masuk 10 besar pemungutan suara sejak pertama kali menjadi nominasi pada 2017.

Mbappe pernah mengakui bahwa kemenangan pertama merupakan tantangan paling sulit.

Kini, keberhasilan Kane menjadi gambaran bahwa perjalanan menuju penghargaan tertinggi tersebut dapat membutuhkan waktu panjang, bahkan bagi pemain yang konsisten tampil impresif.

Persaingan ketiganya menjadi salah satu sorotan utama dalam perebutan penghargaan 2026.

Kane akhirnya keluar sebagai pemenang setelah menjalani musim produktif bersama Bayern Munchen dan memberikan kontribusi penting di lapangan.

Kane Hentikan Dominasi Penantian Inggris

Kemenangan Kane membawa arti lebih besar bagi sepak bola Inggris.

Selama 25 tahun, tidak ada pemain Inggris yang berhasil memenangkan Ballon d’Or putra setelah Michael Owen meraihnya pada 2001.

Penantian panjang itu akhirnya berakhir pada 2026. Kane tidak hanya mendapatkan pengakuan atas penampilan individunya, tetapi juga mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Inggris.

Dengan koleksi 73 gol dan kontribusi menyeluruh dalam permainan, Kane menutup musim 2025/2026 dengan pencapaian prestisius.

Ballon d’Or 2026 menjadi tonggak penting dalam kariernya sekaligus mengakhiri penantian panjang publik sepak bola Inggris.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Kalahkan Mbappe dan Yamal, Kane Menangkan Ballon d’Or 2026
• 9 jam lalu
0
thumb
2 Anak Menteri Haji Mundur dari Posisi Tenaga Ahli
• 5 jam lalu
0
thumb
Bea Cukai Bongkar Penyelundupan 25 Kg Emas, Ada Modus via Kapsul Ditelan Kurir
• 21 jam lalu
0
thumb
13 Persen Jalan Provinsi di Jatim Masih Rusak, Pemprov Lakukan Perbaikan Bertahap
• 3 jam lalu
0
thumb
Menkop Ferry Juliantono Dorong Kopi Wamena Tembus Pasar Global melalui Penguatan Koperasi di Papua Pegunungan
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.