-
-
-
-
-
Cumicumi.com, JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menjelaskan alasan dirinya menggunakan tabung oksigen saat mengunjungi Palangka Raya, Kalimantan Tengah, di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ia memastikan penggunaan alat tersebut bukan karena mengalami sesak napas seperti narasi yang ramai beredar di media sosial.
Budi mengatakan, dirinya sengaja mencoba fasilitas oksigen untuk mengetahui apakah alat yang disediakan dapat berfungsi dengan baik. Pengecekan itu dinilai penting agar fasilitas yang disiapkan bagi masyarakat terdampak asap tidak sekadar tersedia, tetapi benar-benar dapat digunakan ketika dibutuhkan.
"Kemarin saya coba tuh yang viral, sebenarnya saya lagi nyoba bener jalan apa gak, kan? Kadang-kadang kan ada tabungnya, tapi gak jalan. Kita coba, ternyata jalan," kata Budi saat ditemui di Kementerian Kesehatan, Senin (26/10/2026).
Ia menjelaskan, pemeriksaan tersebut berkaitan dengan keberadaan Rumah Oksigen yang disiapkan untuk membantu masyarakat menghadapi gangguan pernapasan akibat paparan asap. Pemerintah ingin memastikan fasilitas tersebut dapat memberikan pelayanan sesuai kebutuhan warga.
"Saya ingin memastikan bahwa semua rumah oksigennya ada, itu bukan hanya dipajang aja ya, tapi benar-benar bisa layani masyarakat," ujarnya.
Sebelumnya, foto Budi yang tengah menggunakan tabung oksigen saat kunjungan kerja di Palangka Raya menjadi perhatian warganet. Foto tersebut disertai narasi yang menyebut dirinya mengalami sesak napas akibat kabut asap karhutla.
Menanggapi hal itu, Budi telah memberikan klarifikasi melalui akun Instagram pribadinya. Ia membenarkan foto yang beredar memang memperlihatkan dirinya menggunakan oksigen, tetapi membantah narasi mengenai kondisi kesehatannya.
Budi juga menjelaskan bahwa selama kunjungan tersebut dirinya menggunakan masker KN95. Ia menyebut penggunaan oksigen dalam kesempatan itu bertujuan memberikan informasi sekaligus memperkenalkan fasilitas yang bisa dimanfaatkan masyarakat.
Kunjungan ke Palangka Raya turut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan Rumah Oksigen milik Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) dan Bus Oksigen milik Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Fasilitas tersebut ditujukan bagi warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat kabut asap. Masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh penanganan awal dengan pemantauan tenaga kesehatan, sebelum dirujuk ke rumah sakit apabila diperlukan.






Komentar (0)