Viral, Lamaran di Gowa Bawa Uang Panai Rp2 Miliar dan Perhiasan Mewah

harianfajar
11 jam lalu
Cover Berita

HARIAN.FAJAR.CO.ID, GOWA — Momen lamaran seorang perempuan bernama Putri, warga Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, menjadi sorotan di media sosial. Calon suaminya, Alif, pria asal Galesong, Kabupaten Takalar, disebut membawa uang panai senilai Rp2 miliar beserta sejumlah perhiasan mewah dalam prosesi lamaran yang berlangsung Minggu (25/10/2026).

Prosesi lamaran tersebut menarik perhatian warganet setelah foto dan video yang memperlihatkan uang tunai serta perhiasan yang dibawa calon mempelai pria beredar di media sosial, termasuk Instagram dan Facebook.

Dalam unggahan yang beredar, uang tunai dan perhiasan tersebut ditata di atas sebuah kapal phinisi bertuliskan Makassar Berlayar. Penataan itu menjadi salah satu daya tarik dalam prosesi lamaran yang berlangsung dengan nuansa adat Bugis-Makassar.

Selain uang panai yang disebut mencapai Rp2 miliar, Alif juga dikabarkan membawa sejumlah perhiasan emas berupa gelang, kalung, dan cincin, serta logam mulia Antam.

Besarnya nominal uang panai tersebut kemudian menjadi perbincangan warganet. Pasalnya, uang panai merupakan salah satu unsur yang dikenal dalam tradisi perkawinan masyarakat Bugis-Makassar.

Narasi yang menyertai unggahan itu menyebutkan bahwa uang panai bukan sekadar persoalan nominal, melainkan simbol kesungguhan seorang laki-laki dalam memuliakan calon istrinya.

“Banyak orang bilang panaik mahal. Tapi bagi Alif, memuliakan Putri adalah kewajiban,” demikian bunyi narasi yang beredar di media sosial.

Unggahan tersebut juga memuat harapan agar hubungan kedua calon mempelai dapat berlanjut hingga pernikahan dan membangun rumah tangga yang harmonis.

“Semoga bahtera Makassar Berlayar ini berlayar sampai surga,” lanjut narasi tersebut.

Meski ramai diperbincangkan, informasi mengenai nominal uang panai, identitas lengkap kedua calon mempelai, serta latar belakang keluarga masing-masing masih memerlukan konfirmasi langsung dari pihak terkait.

Uang panai sendiri merupakan bagian dari tradisi perkawinan masyarakat Bugis-Makassar yang berkaitan dengan kesepakatan antarkeluarga calon mempelai. Besarannya bervariasi, bergantung pada kesepakatan kedua belah pihak dan kondisi masing-masing keluarga.

Di tengah viralnya prosesi lamaran tersebut, kisah Putri dan Alif turut memunculkan beragam tanggapan warganet. Namun, makna uang panai dalam tradisi Bugis-Makassar tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya nominal, tetapi juga menjadi bagian dari proses penghormatan dan kesepakatan keluarga dalam menuju pernikahan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Ballon d’Or 2026 Bocor! Kane, Mbappe, dan Yamal Rebut Top 3
• 22 menit lalu
0
thumb
Dicabut Satgas PKH, Status Tambang Emas Nabire Dikembalikan ke Negara
• 17 jam lalu
0
thumb
Kata Jose Mourinho setelah Real Madrid Pecundangi Barcelona
• 14 jam lalu
0
thumb
Habiburokhman Jadi Ketua Panja RUU Perampasan, Gelar Rapat saat Reses
• 14 jam lalu
0
thumb
Dampak Karhutla! Anak di Palangkaraya Sesak Napas, Bocah 6 Tahun Meninggal Usai Infeksi Paru | BERUT
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.