Pengamat Ungkap 3 Kunci Sukses Konser Ye di GBK

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Konser megah musisi dan produser asal Amerika Serikat, Ye, di GBK Senayan, Jakarta, Sabtu (24/10), menyedot perhatian publik dan menorehkan standar baru dalam industri konser musik Tanah Air. Gelaran tersebut berhasil menyulap stadion menjadi lanskap sinematik yang surealis dan memukau puluhan ribu penonton.

Berdiri di Dome Stage, Ye tampil seperti siluet tunggal yang mengendalikan penuh atmosfer stadion. Kubah raksasa jadi kanvas visual 360 derajat yang dinamis, bertransformasi dari proyeksi bumi yang berotasi, permukaan bulan, hingga bulatan merah membara.

Keberhasilan masif pertunjukan ini menuai respons positif dari pengamat musik sekaligus manajer band Seringai, Wendi Putranto.

Pengamat soal Ledakan Animo Penonton Konser Ye di GBK

Menurut Wendi, ledakan animo penonton bukan sebuah kebetulan, melainkan hasil dari reputasi panjang sang artis yang berpadu dengan kemasan pertunjukan kelas wahid.

"Pastinya, pertama, karena karya-karya Ye sendiri yang memang sudah mendunia sejak puluhan tahun lalu," kata Wendi kepada kumparan, Senin (26/10).

Faktor kedua, lanjut Wendi, terletak pada eksekusi panggung serta nilai kelangkaan acara itu sendiri.

"Kedua karena suguhan audio visual yang sangat menarik. Ketiga, karena konser di Indonesia ini eksklusif, karena hanya satu-satunya di Asia dan Oseania," imbuh Wendi.

Eksklusivitas Ye di Jakarta menyedot arus penggemar lintas negara. Dampak turunan yang dihasilkan pun melampaui batas panggung hiburan.

Berbagai sektor ekonomi penunjang seperti perhotelan, transportasi, hingga pariwisata, punya penghasilan yang meningkat signifikan. Co-founder dan CMO Blok M Space itu secara khusus menyoroti kontribusi finansial gelaran internasional ini bagi ibu kota.

"Kalau dampak ekonominya, mengutip Pemprov DKI, konser Ye menghasilkan perputaran uang Rp 150 miliar di Jakarta, dari tiket, akomodasi, transportasi, hospitality, dan sebagainya," tutur Wendi.

Terkait kompleksitas teknis konser Ye yang dinilai megah dan rumit, Wendi menilai bahwa industri promotor di dalam negeri sejatinya sudah berada di level yang sangat matang.

Kemampuan tim lokal dalam mengeksekusi pertunjukan berskala stadion sudah teruji lewat deretan musisi papan atas dunia sebelumnya.

"Terkait produksi konser, sebenarnya sejak lama promotor Indonesia sudah terbiasa melakukan produksi yang besar, masif, dan kompleks seperti konser Ye kemarin," ucap Wendi.

"Artis-artis kaliber dunia sudah sering tampil di sini juga, jadi bukan hal yang aneh lagi," lanjutnya.

Kendati demikian, Wendi menggarisbawahi bahwa Ye membawa kebaruan dari segi konsep artistik yang jarang ditemui pada konser musisi internasional lain di Indonesia. Konsep tersebut meninggalkan kesan bagi lanskap konser musik di Indonesia.

"Mungkin perbedaan yang paling mencolok karena set panggung Ye dan layout yang berbeda, ditambah sistem tata cahaya yang non-konvensional ya," tutup Wendi.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Suasana Hangat di Sekolah Rakyat: Seskab Bernyanyi dan Antar Siswa Tidur
• 3 jam lalu
0
thumb
Indonesia Incar Tuan Rumah COP Biodiversitas 2028, JustCOP Beri Catatan
• 2 jam lalu
0
thumb
IPW Dukung Usulan Kapolri Larang Total Vape demi Cegah Narkoba Cair
• 20 jam lalu
0
thumb
Pelita Logistik (PSSI) Siap Bagikan 172 Juta Saham Tresuri, Simak Jadwalnya
• 11 jam lalu
0
thumb
Niat Menyemangati, 5 Kalimat Orang Tua Ini Bisa Bikin Anak Makin Tertekan
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.