Madiun, ERANASIONAL.COM – Seorang pria berinisial Dwi Bagus Martono (DBM) ditangkap polisi di Madiun, Jawa Timur, terkait hilangnya istri siri bernama Dini Hardiyanti (30) dan anaknya, AGF (4).
Keduanya diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan tersangka.
Polisi menduga pelaku berupaya menghilangkan jejak dengan membakar jasad korban, menghancurkannya menggunakan mesin penggiling daging, lalu kembali membakarnya.
Kasus ini bermula dari laporan keluarga mengenai hilangnya Dini dan anaknya pada 20 September 2026.
Dini diketahui merupakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Direktur Ditreskrimum Polda Jawa Timur, Kombes Roy H M Sihombing, mengatakan laporan kehilangan tersebut awalnya ditangani oleh Polres Madiun.
“Di mana awalnya bahwa pihak korban dilaporkan hilang yaitu seorang perempuan dan seorang anak. Dilaporkan hilang ditangani oleh Polres Madiun,” kata Roy, Senin (26/10/2026).
Berawal dari Penelusuran CCTVDalam penyelidikan awal, DBM yang merupakan suami siri Dini sempat dicurigai.
Namun, polisi saat itu belum memiliki bukti yang cukup sehingga pria yang tinggal di Kelurahan Winongo, Kota Madiun, tersebut kembali dilepaskan.
Penyelidikan kemudian dikembangkan oleh Tim Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Jawa Timur setelah menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus tersebut.
Petugas menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV di sebuah hotel di Madiun. Hotel itu menjadi lokasi terakhir tempat Dini dan anaknya terdeteksi pada 19–20 September 2026.
Polisi juga melakukan pencarian di sekitar rumah yang diduga berkaitan dengan tersangka, di Kelurahan Winongo, Kecamatan Manguharjo, Kota Madiun.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan lima pecahan tulang yang mencurigakan. Sampel tulang itu kemudian diperiksa di laboratorium forensik.
Hasil pemeriksaan memastikan bahwa tulang tersebut merupakan bagian dari kerangka manusia.
Temuan ini menjadi salah satu petunjuk penting bagi penyidik untuk mengungkap dugaan pembunuhan terhadap Dini dan anaknya.
“Namun setelah kita lakukan penyelidikan ternyata hilangnya itu disebabkan karena terkait dari pembunuhan. Ya, pembunuhan yang dilakukan oleh suami siri dari perempuan tersebut. Semalam kita sudah amankan pelakunya dan saat ini sementara kita lakukan pengembangan,” ujar Roy.
Diduga Membunuh Istri dan AnakBerdasarkan hasil penyelidikan sementara, tersangka diduga membunuh Dini terlebih dahulu di sebuah kamar hotel di Madiun. Setelah itu, pelaku diduga melakukan pembunuhan terhadap AGF yang masih berusia empat tahun.
Roy menyebut kasus tersebut memiliki rangkaian tindakan yang serius karena kedua korban diduga dibunuh secara terpisah.
“Dari hasil yang kami dapatkan memang peristiwa pembunuhannya ini cukup sadis karena pertama pelaku melakukan pembunuhan dulu terhadap istri sirinya. Ya, istri di sebuah kamar di hotel di Madiun. Kemudian setelah itu dia melakukan lagi terhadap anaknya,” paparnya.
Usai melakukan pembunuhan, tersangka diduga memindahkan jasad kedua korban ke pekarangan rumah lainnya di Jalan Kunir, Kelurahan Winongo.
Di tempat itu, pelaku diduga membakar jasad korban untuk menghilangkan jejak.
“Selanjutnya setelah melakukan pembunuhan untuk menghilangkan jejak, korban dibakar di belakang pekarangan rumahnya,” jelas Roy.
Namun, upaya tersebut diduga tidak berhenti pada pembakaran. Polisi menyebut jasad yang telah dibakar kemudian dimasukkan ke mesin penggiling daging.
“Kemudian setelah dibakar dimasukkan ke dalam penggilingan daging,” ungkapnya.
Setelah melalui proses tersebut, sisa jasad korban kembali dibakar. Tersangka juga diduga berencana membuang sisa-sisa jasad ke laut untuk menghilangkan barang bukti.
“Kemudian setelah itu dibakar lagi dan baru rencananya dibuang ke laut. Ya, sementara, beberapa barang bukti sudah kita bisa amankan,” kata Roy.
Polisi Dalami Motif PembunuhanDBM telah diamankan di wilayah Madiun. Hingga Senin (26/10/2026), penyidik masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka.
Polisi juga terus mengembangkan penyelidikan untuk mencari sisa barang bukti yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.
Selain itu, penyidik mendalami motif di balik dugaan pembunuhan terhadap Dini dan anaknya.
Polisi belum memaparkan lebih lanjut hasil pemeriksaan mengenai motif tersangka maupun keseluruhan barang bukti yang telah ditemukan. []






Komentar (0)