Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengaku tengah mempertimbangkan secara serius rencana untuk kembali menyerang Iran. Mantan Presiden AS, Barack Obama pun menyalahkan Trump atas kenaikan harga barang yang dipicu oleh Perang Iran ini.
Sebagaimana diketahui, Trump kembali mengisyaratkan serangan ke Iran lagi. Trump mengatakan serangan itu bisa datang lebih cepat.
"Kami sedang memikirkan untuk melakukannya, mungkin besok," kata Trump kepada para wartawan saat ditanya sejauh mana pertimbangannya mengenai kemungkinan serangan tersebut, dilansir Anadolu Agency dan Al Jazeera, Minggu (25/10/2026).
Pernyataan Trump itu disampaikan pada Sabtu (24/10) waktu AS. Dia mengatakan tidak akan ada orang lain yang tahu jika AS benar-benar kembali menyerang Iran.
"Apakah Anda benar-benar berpikir saya akan memberi tahu Anda jika saya akan melakukannya?" tambahnya.
Trump mengatakan bahwa Iran masih bisa menghindari tindakan militer lebih lanjut dengan mencapai kesepakatan bersama AS. "Mereka ingin membuat kesepakatan, tetapi masalahnya, apakah mereka akan mematuhi kesepakatan itu?," ujar Trump.
Trump menegaskan bahwa tujuannya adalah mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir di masa depan. Ia menyebutkan bahwa operasi AS sebelumnya, yang melibatkan pesawat pengebom B-2, tidak akan cukup untuk menjamin hasil yang langgeng.
"Saya harus membuatnya permanen," katanya. "Itulah satu-satunya alasan saya melakukan ini."
Trump juga mengklaim bahwa pengiriman minyak melalui Selat Hormuz telah meningkat dibandingkan dengan kondisi sebelum perang dimulai, meskipun ia tidak memberikan angka spesifik dalam pernyataannya.
Ia tidak memberikan keputusan tegas mengenai langkah selanjutnya. Trump mengatakan hanya ada pilihan tindakan militer maupun negosiasi sebagai kemungkinan hasil yang bisa terjadi.
"Mungkin saya harus menuntaskannya, atau mungkin mereka akan menyepakati sebuah perjanjian," ujar Trump. "Namun, saya tidak yakin. Apa pun yang terjadi, kita tetap menang."
(rdp/rdp)






Komentar (0)