jpnn.com - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni melepasliarkan dua orang utan ke habitat asli di Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (24/10) kemarin.
Kedua individu orang utan yang dilepasliarkan bernama Adil dan Gigih yang berjenis kelamin jantan dengan masing-masing berusia delapan dan sepuluh.
BACA JUGA: Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya Terungkap Setelah 2 Wanita Minta Tolong
Menhut melepasliarkan dua orang utan bersama CEO Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) Dokter Karmele LIano Sanchez, beserta unsur TNI Polri.
Raja Juli mengatakan dua individu orang utan sebelumnya diselamatkan dari area perkebunan kelapa sawit di Ketapang, Kalbar.
BACA JUGA: Beda Angka Kepuasan Publik terhadap Prabowo dan Gibran, Jomplang Banget
Dia menuturkan pelepasliaran menjadi pengingat bahwa penyelamatan orang utan tidak cukup tanpa memastikan keamanan hutan yang menjadi rumah mereka.
"Kami sadar bahwa masih banyak pekerjaan yang harus kita kerjakan di mana rumah tempat orang utan tinggal, tempat mereka bermain, tempat mereka hidup kemudian belum dapat dijaga dengan baik oleh kita bersama,” ujar dia kepada awak media dikutip Senin (26/10).
BACA JUGA: Jalan Mulus Munafri Arifuddin Pimpin Demokrat Sulsel, Tak Ada Lawan
Raja Juli mengingatkan keberhasilan pelepasliaran tidak boleh berhenti pada proses rescue dan release orangutan ke habitat aslinya.
"Mudah-mudahan dengan pelepasliaran dua individu orang utan ini memperkuat komitmen bersama untuk menjaga orang utan sekaligus menjaga hutannya," ungkap dia.
Namun, kata dia, perlindungan habitat harus menjadi bagian penting dari upaya konservasi agar orang utan dapat terus hidup secara alami di hutan.
"Menjaga habitat dan ekosistem orang utan, sehingga ke depan mereka tidak perlu lagi di-rescue, tidak perlu lagi dilepasliarkan karena memang mereka sudah lepas liar di alam di hutan belantara,” ungkapnya.
Kemenhut bersama YIARI dan mitra lainnya bakal terus melakukan mitigasi untuk melindungi orang utan, termasuk menghadapi dampak karhutla.
Masyarakat yang menemukan orang utan masuk ke desa atau kampung diminta segera menghubungi hotline atau call center agar tim ahli dapat segera melakukan penyelamatan dan penanganan terhadap satwa tersebut.(Ast/JPNN)
Redaktur : M. Fathra Nazrul Islam
Reporter : Aristo Setiawan





Komentar (0)