Menteri PPPA tanggai kekerasan anak di lift oleh WNI saat di Malaysia

antaranews.com
9 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengingatkan setiap anak berhak mendapatkan pengasuhan yang aman, penuh kasih sayang, dan bebas dari kekerasan.

"Mengasuh anak memang memiliki tantangan tersendiri. Orang tua bisa mengalami kelelahan, tekanan, atau menghadapi situasi yang memicu emosi. Namun apapun kondisinya, kekerasan tidak dapat dibenarkan sebagai bentuk pendisiplinan anak. Orang tua perlu belajar mengenali emosinya, menenangkan diri ketika mulai kehilangan kendali, dan memilih respons yang tidak melukai anak," kata Menteri PPPA Arifah Fauzi di Jakarta, Senin.

Hal itu dikatakannya menanggapi dugaan kekerasan fisik terhadap anak yang dilakukan Warga Negara Indonesia (WNI) yang terekam kamera pengawas (CCTV) di sebuah hotel di Alor Setar, Malaysia.

Menurut dia, komunikasi yang baik di dalam keluarga menjadi kunci untuk mencegah kekerasan.

Baca juga: Menteri Arifah soroti pentingnya kesetaraan gender dalam pengasuhan

Ia mengatakan pendisiplinan tetap dapat dilakukan tanpa memukul, membentak, atau mempermalukan anak, sehingga anak dapat belajar mengenali emosi, memahami aturan, dan menyelesaikan konflik secara sehat.

"Ketika anak bertengkar, berebut barang, atau sulit mengikuti arahan, orang tua perlu merespons dengan tenang, mendengarkan kebutuhan anak, dan memberikan batasan yang jelas sesuai usianya. Disiplin tetap dapat diterapkan tanpa memukul, membentak, atau mempermalukan anak," kata Arifah Fauzi.

Ia juga mengingatkan bahwa orang tua harus bekerja sama dan memiliki komitmen bersama dalam pengasuhan.

"Orang tua perlu membangun komunikasi dan komitmen bersama dalam mengasuh anak. Ketika salah satu orang tua merasa emosinya mulai sulit dikendalikan, jangan memaksakan diri untuk terus menghadapi situasi tersebut. Berikan kesempatan kepada pasangan untuk mengambil alih pengasuhan sementara dengan tenang. Langkah sederhana ini dapat membantu mencegah respons spontan yang berisiko menyakiti anak," kata Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.

Baca juga: Kolaborasi K/L penting lindungi anak penyandang disabilitas di sekolah




Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Harga Pangan Hari Ini 26 Oktober 2026 Mayoritas Naik, Cek Selengkapnya
• 13 jam lalu
0
thumb
Suporter Bola Tewas Dibacok Saat Perjalanan Pulang ke Rumah
• 6 jam lalu
0
thumb
Pemkab Minta Korban PHK Massal di Lebak yang Belum Dapat Pesangon Segera Lapor
• 8 jam lalu
0
thumb
Gubernur BI soal Rupiah di Atas Rp 18.000 per Dolar AS: Ini Volatilitas Biasa
• 7 jam lalu
0
thumb
Habiburokhman Jadi Ketua Panja RUU Perampasan Aset, Target Sahkan UU 15 Desember
• 12 jam lalu
0
Berhasil disimpan.