Gubernur BI soal Rupiah di Atas Rp 18.000 per Dolar AS: Ini Volatilitas Biasa

kumparan.com
8 jam lalu
Cover Berita

Gubernur Bank Indonesia (Gubernur BI) Destry Damayanti memastikan terus memantau pergerakan rupiah. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sore ini ada di Rp 18.135 per dolar AS atau melemah 55 poin (0,30 persen).

Destry menilai fluktuasi nilai tukar masih bergantung pada permintaan dan penawaran (supply and demand).

"Ya, kita tetap ada di pasar, ini tergantung supply demand hari ini, ya mungkin lagi, pokoknya tetap kita monitor pergerakannya," kata Destry saat ditemui di sela Danantara TIIF26, Senin (26/10).

Destry menuturkan sejauh ini BI belum menyiapkan strategi dan kebijakan baru sebagai langkah intervensi nilai tukar rupiah. Dia menekankan BI akan meninjau akar permasalahan kondisi saat ini.

"Ini volatilitas biasa. Tapi kita akan terus ada, kita lihat root cause-nya juga," tegas Destry.

Saat acara diskusi, Destry mengatakan saat ini tantangan yang dihadapi BI berasal dari sektor eksternal, salah satunya memperkuat neraca pembayaran termasuk kegiatan ekspor dan impor.

Dia menyoroti impor yang semakin meningkat, terlihat dari defisit neraca perdagangan yang terjadi pada kuartal II 2026. Tidak terkecuali dari sisi komoditas energi, yang diharapkan dapat ditekan dengan adanya mandatori biodiesel atau bioetanol.

"Kita sudah masuk ke B50 kemudian ada etanol E20 dan seterusnya. Ini akan mengurangi impor energi kita yang sekarang ini benar-benar menyebabkan juga defisit kita membesar," jelas Destry.

Kenaikan impor, lanjut Destry, akan berujung pada pelemahan nilai tukar. BI melihat strategi utama yang bisa dilakukan adalah meningkatkan nilai ekspor dan menggencarkan substitusi impor.

Di sisi lain, BI juga terus berupaya mendiversifikasi valuta asing untuk transaksi untuk perdagangan lintas negara maupun investasi, yakni melalui mekanisme Local Currency Transaction (LCT). Destry menuturkan China menjadi mitra dengan transaksi LCT paling besar dengan Indonesia.

"Kita sudah hampir bekerja sama dengan 6 sampai 7 negara di mana transaksi kita dengan mitra utama kita itu kita gunakan mata uang lokal masing-masing, dan saat ini transaksinya sudah mencapai sekitar USD 55 miliar," tutur Destry.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Rekor MURI, CCAD Centennial Padel Tournament Dihadiri 160 Alumni Kolese Kanisius
• 7 jam lalu
0
thumb
Danantara Belum Akan Merger Maskapai BUMN Sebelum Garuda Indonesia Sehat
• 5 jam lalu
0
thumb
Bullying 13 Siswi SMP Ciputat Jadi Alarm, KPAI Desak Pelaku Diproses
• 17 jam lalu
0
thumb
Klasemen Premier League Pekan ke-8: Arsenal Pepet Man City, Liverpool Panaskan Persaingan Empat Besar
• 42 menit lalu
0
thumb
JPU nilai keterangan dua saksi meringankan Bangun Paulus tak relevan
• 4 jam lalu
0
Berhasil disimpan.