Merajut Kenangan di Andalusia, Rindu yang tak Padam di Spanyol Selatan

republika.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

ALORA — Kereta api melaju perlahan meninggalkan Stasiun Malaga. Derak gesekan rel membawa gerbong menuju kawasan pegunungan Lembah Guadalhorce, wilayah tempat desa-desa berdinding putih tampak menempel anggun di lereng bukit.

Dari balik jendela, pohon delima tumbuh rapat di tepi rel. Pohon palem dan sipres berdiri sejajar dengan bibit jeruk yang tertanam rapi. Lebih jauh ke luar, kebun zaitun membentang dengan daun-daun yang berkilauan antara hijau dan perak saat diterpa angin. Di atas pegunungan yang terjal, awan-awan putih kecil melintas di langit biru yang membentang luas.

Baca Juga
  • Hari Ini, Eks Jampidsus Febrie Jalani Sidang Putusan Sela Kasus Pemerasan dan TPPU
  • Anugerah Santri of The Year 2026, INC Beri Penghargaan 20 Tokoh dan Pesantren
  • Pembangunan Jembatan Teupin Mane Capai 90 Persen, Ditargetkan Beroperasi November

Di tengah deru kereta, terdengar pengumuman berbahasa Spanyol dari pengeras suara: “Stasiun berikutnya, Aljaima.” Nama itu berasal dari bahasa Arab, al-khaima, yang berarti "tenda". Sebuah jejak kecil dari bahasa dan masa lalu yang telah melintas.

Kereta kemudian tiba di Alora. Kota ini tumbuh mengelilingi bukit berbatu yang dimahkotai sisa-sisa benteng tua.Sejumlah ahli etimologi menduga nama kuno kota ini berasal dari bahasa Arab al-lawra, yang secara bebas diterjemahkan sebagai "cahaya".

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Stasiun kereta api terasa lengang di tengah terik siang. Sebuah truk pikap hitam berukuran besar menderu masuk ke area parkir stasiun lalu berhenti. Henrietta Szovati, seorang Muslimah berdarah Inggris-Hungaria, melangkah keluar setelah berkendara turun dari pegunungan untuk mengambil logistik.

Mengenai kemeja biru longgar dan celana krem, ia menyapa hangat. Anting perak menggantung di sisi wajahnya,sementara kerudung biru laut terbalut rapi menyerupai turban di kepalanya. Sepasang kacamata berbingkai merah bertengger di atasnya.

Ia meminta maaf atas kondisi truknya. Debu menempel di dasbor, dan helai-helai rumput kering terselip di dalam kabin.“Ini kendaraan kerja,” ujarnya. Ia memang lebih terbiasa mengangkut muatan melintasi lahan pertanian ketimbang menjemput tamu dari stasiun.

Selama dua tahun terakhir, Henrietta bersama suaminya, Ajmal Masroor — seorang terapis dan imam — berupaya mengubah sebuah rumah pertanian tua beserta lahan di sekitarnya menjadi House of Andalus. Proyek ini bertujuan mendekatkan masyarakat pada sejarah Islam di Spanyol selatan sekaligus pada alam.

Hampir 400 pohon zaitun tersebar di lahan seluas 14 hektare tersebut. Ia berambisi menambah tanamannya hingga menjadi kebun zaitun berkapasitas seribu pohon, katanya tersenyum sembari menatap keluar jendela truk yang terbuka.

Jalanan mulai menanjak membelah pegunungan. Kebakaran hutan, kata Henrietta, sempat menerjang sebagian wilayah sekitar di puncak musim panas lalu, menyisakan lanskap yang keras. Tanah merah kecokelatan berpadu dengan semak belukar yang mengering dan batuan cadas yang tersingkap, sementara bongkahan batu abu-abu keperakan mencuat tajam di lereng-lereng bukit.

"Itu batu sabak," terang Henrietta sambil menunjuk ke arah kaca depan. Dalam bahasa Spanyol disebut pizarra — nama yang sama dengan kota di sebelahnya.

Pohon jeruk tumbuh subur di sini, begitu pula buah tin dan alpukat. Bahkan mangga di sini, tegas Henrietta, jauh lebih manis ketimbang mangga dari Asia Selatan.

Pameran peninggalan peradaban Islam di Andalusia - (The Hurriyet Daily News)

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
BEI Perluas Komite HSC Jadi 9 Orang, Libatkan Akademisi-Pengelola Dana Asing
• 1 jam lalu
0
thumb
Dulu Kena Sanksi, Kini Rusia Kirim 40.000 Metrik ton Solar ke AS
• 19 jam lalu
0
thumb
Bersiap! BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Wilayah Indonesia pada Senin (26/10) | KOMPAS MALAM
• 11 jam lalu
0
thumb
Pembangunan Jembatan Teupin Mane Capai 90 Persen, Ditargetkan Beroperasi November
• 2 jam lalu
0
thumb
Pasca Pelantikan, PBNU Siapkan Munas-Konbes-Rakernas sebagai Quick Win
• 1 jam lalu
0
Berhasil disimpan.