JAKARTA - Presiden petahana Brasil dari kubu kiri, Luiz Inacio Lula da Silva, mengalahkan Senator Flavio Bolsonaro dari kubu kanan dalam pemilihan presiden yang berlangsung ketat. Kemenangan ini menjadi kebangkitan politik bagi Lula setelah tertinggal pada putaran pertama, sekaligus menggagalkan upaya kubu sayap kanan merebut kursi kepresidenan.
Mahkamah Pemilihan Umum Brasil mengumumkan kemenangan Lula tak lama setelah pukul 21.00 waktu Brasilia pada Minggu 25 Oktober 2026, atau tengah malam GMT. Lula meraih lebih dari 51% suara, dengan dukungan lebih dari 64 juta pemilih.
Sementara itu, Flavio Bolsonaro memperoleh sekitar 48% suara atau lebih dari 59 juta suara. Selisih perolehan suara kedua kandidat mencapai lebih dari 4 juta suara, ketika proses penghitungan masih berlangsung.
"Saya tidak memilih Kongres," kata Lula, dilansir dari Al Jazeera, Senin (20/10/2026).
"Rakyatlah yang memilihnya, dan bersama merekalah saya akan memberikan suara, bekerja, dan mendapatkan persetujuan atas berbagai hal," sambungnya.





Komentar (0)