Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah mengevaluasi pembangunan sejumlah Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang dinilai berada di lokasi kurang strategis dan jauh dari permukiman warga. Temuan tersebut diakui Wakil Menteri Koperasi Farida Farichah dan akan menjadi bahan evaluasi pemerintah atas arahan Presiden Prabowo Subianto.
“Kalau terkait dengan Koperasi Desa Merah Putih muncul di beberapa titik spot, bangunan yang tidak sesuai, memang kita temukan. Kita akui itu kita temukan, tapi terus kemudian kita melakukan evaluasi,” kata Farida, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah RI, Minggu (25/10/2026).
Advertisement
Farida mengatakan, sejumlah lokasi koperasi memang dinilai masyarakat terpencil atau kurang mendukung kegiatan bisnis. Namun, penentuan lokasi juga mempertimbangkan kedekatan dengan petani yang memasok hasil pertanian, seperti sayur-sayuran dan buah-buahan.
“Kita mau menjadikan Koperasi Desa Merah Putih ini sebagai offtaker (penyerap) sayur-sayuran dan buah-buahan yang ada di situ,” ujarnya.
Menurut Farida, penentuan lokasi pembangunan KDKMP dilakukan melalui komunikasi antara pengurus koperasi, kepala desa, dan PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) sebagai pelaksana pembangunan. Masyarakat juga dilibatkan melalui musyawarah desa khusus (musdesus).
Meski demikian, pemerintah menyatakan laporan mengenai lokasi koperasi yang kurang strategis perlu diverifikasi lebih lanjut. Farida menegaskan, temuan di sejumlah titik tidak serta-merta menunjukkan bahwa seluruh KDKMP dibangun di lokasi yang tidak sesuai.





Komentar (0)