Demo Rusuh Sepanjang Akhir Pekan di Prancis, 1.314 Orang Ditangkap

kumparan.com
1 jam lalu
Cover Berita

Polisi Prancis menangkap 1.314 orang dalam demonstrasi menentang tingginya biaya hidup yang berujung ricuh di sejumlah kota besar pada Sabtu (24/10). Kementerian Dalam Negeri Prancis menyebut 53 petugas terluka dalam bentrokan tersebut.

Dikutip dari AFP, Minggu (25/10), kerusuhan terjadi di tengah aksi demonstrasi besar-besaran yang berlangsung selama akhir pekan. Aksi tersebut menjadi gelombang protes kedua secara berturut-turut di Prancis.

Kementerian Dalam Negeri Prancis menyatakan polisi menangani 75 kebakaran selama demonstrasi. Selain itu, ada 24 toko dilaporkan dijarah.

"Sejumlah investigasi telah dibuka," kata Kemendagri Prancis dalam keterangannya. Kemendagri Prancis juga menyebut, situasi kini telah mereda usai demo ricuh sepanjang Sabtu itu.

Pihak kementerian tidak merinci jumlah demonstran yang terluka. Namun, Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez sebelumnya menyampaikan terdapat dua demonstran yang mengalami luka serius, masing-masing di Toulouse dan Clermont-Ferrand.

Di Toulouse, seorang pria berusia 20 tahun mengalami luka serius pada tangannya. Seorang petugas medis jalanan yang menangani demonstran mengatakan kepada AFP, bahwa pria tersebut kehilangan beberapa jari tangan kanannya akibat ledakan.

Sementara itu, otoritas di Clermont-Ferrand melaporkan seorang pria juga mengalami cedera tangan, tetapi tidak kehilangan jari.

Surat kabar regional Prancis, La Nouvelle Republique, turut melaporkan seorang pria berusia 19 tahun mengalami cedera pada mata kirinya di Poitiers. Fotografer surat kabar tersebut mengatakan kepada AFP bahwa pria itu terluka saat polisi antihuru-hara membubarkan massa menggunakan granat kejut dan gas air mata.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah demonstrasi mahasiswa di Prancis juga diwarnai laporan cedera serius akibat penggunaan granat kejut atau granat gas air mata oleh polisi. Namun, belum diketahui apakah luka-luka yang dilaporkan dalam demonstrasi Sabtu berasal dari senjata tersebut.

Otoritas menyatakan penyelidikan telah dibuka untuk setidaknya beberapa kasus cedera tersebut.

Demonstrasi berlangsung menjelang pemilihan presiden Prancis pada April dan Mei mendatang. Pemilu itu akan menentukan pengganti Presiden Emmanuel Macron, yang telah mencapai batas dua masa jabatan.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pastikan Kebutuhan Energi Masyarakat Terjaga, Pertamina Perkuat Pasokan dan Distribusi BBM
• 23 jam lalu
0
thumb
Ramalan Shio 26 Oktober 2026: Cek Peruntungan Kamu di Awal Pekan
• 1 jam lalu
0
thumb
Kebakaran di Gunung Ciremai Berhasil Dipadamkan, Pendinginan Terus Dilakukan
• 10 jam lalu
0
thumb
Program Mata Air Indonesia Hadir di Gunungkidul, Bantu Petani Hadapi Kekeringan | KOMPAS PAGI
• 7 jam lalu
0
thumb
Pramono Minta Dinas Bina Marga Perbaiki JPO Kota Bambu usai Dikeluhkan Pasien RS
• 6 jam lalu
0
Berhasil disimpan.