ISI dan Mirage Defence Indonesia Kolaborasi Perkuat Modernisasi Pertahanan Nasional

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Lembaga kajian strategis nasional, Indo-Pacific Strategic Intelligence (ISI),sepakat untuk menggandeng PT Mirage Defence Indonesia, melalui penandatanganan Framework Agreement (Perjanjian Kerangka Kerja) pada 25 Oktober 2026 di Jakarta.

PT Mirage Defence Indonesia selama ini dikenal sebagai perusahaan industri pertahanan unggulan di Asia Tenggara dan bermarkas di Singapura.

Ditandatangani oleh Aisha Kusumasomantri, Direktur Kemitraan dan Kerja Sama ISI, dan Kenji Ong, Managing Director PT. Mirage Defence Indonesia, perjanjian ini menjadi fondasi kerja sama memastikan relevansi antara analisa strategis terkait kebijakan pertahanan Indonesia dan Indo-Pasifik serta kebutuhan bisnis dan industri, terutama dalam hal peningkatan investasi swasta dalam kerangka modernisasi pertahanan nasional.
  
“Salah satu tantangan terbesar bagi lembaga kajian adalah memastikan bahwa produk analisanya selaras dengan kebutuhan industri. Terkadang produk analisa jarang terpakai bukan karena hasilnya tidak bagus, tapi karena tidak sesuai dengan appetite industri,” ujar Dr. Muhammad Hadianto, Co-Founder dan Ketua Dewan Penasihat ISI dalam kesempatan tersebut, seperti dikutip dari pernyataan ISI, Senin 26 Oktober 2026.

“Karena itu, langkah kerja sama ini adalah upaya mendekatkan relevansi kajian akademik dengan kebutuhan bisnis,” lanjut Muhammad Hadianto.

Perjanjian ini menyepakati lima area kerja sama yang akan dilakukan kedua pihak, yakni: 1. penelitian dan publikasi; 2 pertukaran informasi dan kepakaran; 3. dialog kebijakan; 4. kegiatan edukasi publik dan 5. business and advisory.

Direktur Kemitraan dan Kerja Sama ISI, Aisha Kusumasomantri, menegaskan bahwa dengan semakin tingginya kompetisi dan tantangan keamanan geopolitik yang berdampak bagi Indonesia dan Singapura, kerja sama antarlembaga seperti ISI dan Mirage Defence Indonesia berperan penting untuk saling memperluas jaringan, komunikasi, dan dialog guna mengamankan kepentingan bersama di wilayah Indo-Pasifik.

Selama ini, ISI Indonesia telah menjadi wadah lahirnya gagasan serta konsep untuk memperkuat opsi kebijakan nasional di sektor pertahanan dan luar negeri.

Melalui kajian strategis dan rekomendasi kebijakan yang bersifat evidence-based, ISI berperan sebagai force multiplier (kekuatan pengganda) bagi pemangku kepentingan sektor pertahanan nasional, termasuk industri pertahanan, untuk mendorong relevansi modernisasi pertahanan dengan situasi global.

Melalui kolaborasi ini, PT. Mirage Defence Indonesia diharapkan dapat turut serta dalam memperkuat modernisasi pertahanan Indonesia ke depannya, termasuk di sektor siber yang selama ini menjadi keunggulan perusahaan ini.

Sebagai pelaku industri pertahanan terkemuka di wilayah Asia Tenggara, Mirage telah menjadi pelopor dialog strategis terkait keamanan siber di kawasan dan peran teknologi dalam upscaling kemampuan pertahanan negara-negara ASEAN.

Kerja sama dengan ISI akan memperkuat eksposur Perusahaan di Indonesia, terutama dalam hal penyajian asesmen risiko bisnis dan perencanaan strategis terkait kebutuhan modernisasi pertahanan nasional.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
SBY, Menko Dudung hingga Kapolri Hadiri Pemakaman Eks Panglima TNI Widodo
• 17 jam lalu
0
thumb
Kembali Menang di Pilpres Brasil, Lula da Silva: Terima Kasih!
• 45 menit lalu
0
thumb
Sleman kembangkan padi sehat berbasis irigasi ramah lingkungan
• 16 jam lalu
0
thumb
Menag Nasaruddin Umar Usulkan ASN Kemenag Pakai Sarung dan Peci Seminggu Sekali
• 11 jam lalu
0
thumb
Kim Jong-un Muncul Berulang Kali untuk Menepis Kabar Kematian, Mendadak Mengunjungi Tiongkok dan Bertemu Wang Huning
• 10 menit lalu
0
Berhasil disimpan.