Sleman kembangkan padi sehat berbasis irigasi ramah lingkungan

antaranews.com
8 jam lalu
Cover Berita
Sleman (ANTARA) - Kelompok Tani (KT) Ngudi Mulyo di Padukuhan Jirak, Kalurahan Bokoharjo, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengembangkan budi daya padi sehat berbasis sistem irigasi ramah lingkungan (Siramli) untuk mendongkrak produktivitas hasil panen.

​Kepala Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Liem Astuti di Sleman, Minggu, mengapresiasi yang tinggi atas capaian KT Ngudi Mulyo yang konsisten menerapkan sistem budidaya ramah lingkungan di wilayahnya.

​"Kelompok Tani Ngudi Mulyo di Jirak, Bokoharjo, Prambanan, ini tidak hanya sukses melakukan wiwitan dan panen padi, tetapi juga berhasil menjadi juara 1 se-DIY dalam lomba SIRAMLI atau Sistem Irigasi Ramah Lingkungan," kata Liem Astuti.

​Ia menjelaskan kegiatan wiwitan dan panen padi ini menjadi momentum penting untuk menunjukkan keberhasilan petani lokal dalam mengelola sektor pertanian secara mandiri dan berkelanjutan.

Baca juga: Pemda DIY berencana buka Konsulat Kehormatan Meksiko di Yogyakarta

​Dalam praktiknya, KT Ngudi Mulyo mengoptimalkan budi daya tanaman sehat di atas lahan pertanian seluas 12,5 hektare. Pengelolaan lahan yang cukup luas ini dilakukan secara kolektif oleh para anggota kelompok tani dengan penuh kedisiplinan.

​Penerapan budi daya tanaman sehat tersebut berfokus pada pengurangan bahan kimia sintetis, serta pemanfaatan ekosistem alam secara optimal untuk menyuburkan tanaman padi.

​Berdasarkan hasil ubinan di lokasi, kerja keras para petani di Jirak ini membuahkan hasil produktivitas yang sangat memuaskan dan berada di atas rata-rata umum. ​Tercatat, hasil Gabah Kering Panen (GKP) dari lahan tersebut mencapai 9,76 ton per hektare.

​Sementara itu, untuk hasil konversi Gabah Kering Giling (GKG) di kelompok tani ini tercatat mencapai 7,84 ton per hektare.

Baca juga: Kemenkes: Integrasi layanan posyandu dan kebun pangan perkuat gizi 1.000 HPK

"​Angka produktivitas tersebut tentu jauh melampaui rata-rata produktivitas padi secara keseluruhan di Kabupaten Sleman yang saat ini berada di kisaran 6,03 ton per hektare GKG," kata Liem.

​Selain unggul dari segi kuantitas hasil panen, Liem Astuti juga menekankan bahwa sistem budi daya yang diterapkan berdampak langsung pada mutu produk akhir yang dihasilkan.

​Hasil padi dari lahan seluas 12,5 hektare tersebut diolah menjadi beras sehat, yang tidak hanya bernutrisi tinggi tetapi juga lebih aman bagi kesehatan konsumen jangka panjang.

"​Melalui keberhasilan KT Ngudi Mulyo ini, DP3 Sleman berharap praktik baik budidaya tanaman sehat dan pengelolaan irigasi ramah lingkungan dapat terus direplikasi oleh kelompok tani lainnya di seluruh wilayah Kabupaten Sleman," katanya.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
”Menolak Punah”, Mengetuk Kesadaran Atasi Limbah Fashion dari Hulu
• 11 jam lalu
0
thumb
Pramono Respons Viral Pelari di JFR Terobos Pembatas karena Batas Waktu
• 15 jam lalu
0
thumb
Net Sell Asing Tembus Rp 6,67 T Sepekan, BBCA hingga BBRI Ramai Ditransaksikan
• 13 jam lalu
0
thumb
BNPB Catat 17.942 Hektare Area Masih Terbakar, Kalteng Terluas
• 20 jam lalu
0
thumb
Mantan Panglima TNI Widodo AS Meninggal Dunia di Usia 82 Tahun
• 9 jam lalu
0
Berhasil disimpan.