Jakarta, VIVA – Langit Kuala Lumpur, Malaysia, kembali terlihat lebih cerah setelah berminggu-minggu diselimuti kabut asap. Perubahan kondisi tersebut memicu kelegaan dan kegembiraan warga yang mengungkapkan pengalaman mereka melalui media sosial.
Pantauan di platform Threads pada Minggu (25/10/2026) menunjukkan sejumlah pengguna menyambut membaiknya kondisi langit. Sebagian dari mereka bahkan menyadari perubahan tersebut begitu melihat pemandangan dari rumah masing-masing.
Seorang pengguna Threads, menceritakan bagaimana anaknya lebih dahulu menyadari kabut asap mulai menghilang sebelum dirinya melihat perubahan mencolok pada cakrawala Kuala Lumpur dari balkon rumah. "Si kecil bilang hari ini, ‘Bu, tidak ada kabut asap!’ Saya menjawab dengan nada sarkastis, ‘Ya, tentu saja.’ Dia bersikeras. ‘Bu, lihat ke luar!’ Saya berjalan ke balkon dan disambut pemandangan langit KL paling cerah yang pernah saya lihat selama beberapa waktu. Keajaiban apa ini?” tulis pengguna tersebut, dikutip dari The Star, Minggu.
Pengguna Threads lainnya mengungkapkan rasa syukur karena kembali dapat melihat kawasan Genting Highlands dengan jelas setelah sekian lama. "Alhamdulillah. Pemandangan pagi ini sangat cerah dan bahkan Anda bisa melihat Genting Highlands. Sudah lama sekali kita tidak melihat pemandangan seperti ini,” tulis pengguna tersebut.
Sementara itu, pengguna lainnya mengklaim kualitas udara di Kuala Lumpur pada Minggu pagi lebih baik dibandingkan dengan Selandia Baru.b"Tahukah Anda bahwa kualitas udara di KL pagi ini jauh lebih baik daripada di Selandia Baru? Serius,” demikian bunyi unggahan tersebut.
Meski langit mulai cerah, data kualitas udara menunjukkan kondisi di Kuala Lumpur masih berada pada kategori sedang.
Berdasarkan portal Sistem Pengelolaan Indeks Pencemaran Udara (APIMS) milik Departemen Lingkungan Hidup Malaysia, dua stasiun pemantauan di Kuala Lumpur mencatat kualitas udara kategori sedang pada Minggu pukul 19.00 waktu setempat.
Stasiun Batu Muda mencatat Indeks Pencemaran Udara (API) sebesar 84, sedangkan stasiun Cheras mencatat angka 66. Dalam klasifikasi API, angka nol hingga 50 menunjukkan kualitas udara baik, 51 hingga 100 masuk kategori sedang, 101 hingga 200 tidak sehat, 201 hingga 300 sangat tidak sehat, sedangkan angka di atas 300 tergolong berbahaya.






Komentar (0)