jpnn.com, JAKARTA - Anggota Komisi VI DPR RI Dapil Riau I Fraksi PDI Perjuangan, Dewi Juliani, mengapresiasi Polda Riau dan jajarannya yang mengungkap dugaan penyelewengan BBM bersubsidi dengan menangkap puluhan orang dalam sepekan ini.
Namun, Dewi meminta pengusutan tidak berhenti pada pelaku di lapangan. Aparat diminta menelusuri seluruh mata rantai, mulai dari pemasok, penampung, hingga penadah, agar jaringan mafia BBM dapat diberantas hingga ke akar.
BACA JUGA: Polda Riau Bongkar Penyelewengan BBM Subsidi di Kandis, 6.500 Liter Solar Disita
"Saya mengapresiasi langkah Polda Riau dan jajaran. Tetapi, pengusutan jangan berhenti pada pelaku yang ditangkap. Telusuri sampai ke akar-akarnya agar jaringan mafia BBM benar-benar diberantas," tegas Dewi dalam keterangannya, Minggu (25/10).
Menurutnya, Pertamina telah menyalurkan BBM sesuai kuota. Namun, masyarakat masih kesulitan memperoleh BBM, khususnya solar, yang terlihat dari antrean panjang di sejumlah SPBU.
BACA JUGA: Sita 46,9 Kg Sabu-sabu, Polda Riau Kejar Bandar Besar hingga Jaringan Internasional
"Pertamina telah menyalurkan BBM sesuai kuota, tetapi masyarakat masih sulit mendapatkannya. Dengan terungkapnya mafia BBM ini, semoga keluhan masyarakat terkait ketersediaan BBM dapat terjawab," ujarnya.
Dewi meminta kondisi tersebut ditelusuri untuk mengetahui kemungkinan adanya penyalahgunaan dalam rantai distribusi. Ia juga mengimbau masyarakat melaporkan praktik penimbunan, pengangkutan, atau penjualan BBM bersubsidi yang tidak sesuai ketentuan kepada kepolisian.
BACA JUGA: Polda Riau Gagalkan Peredaran 47 Kg Sabu-sabu di Pekanbaru
"Partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Namun, laporan harus berdasarkan informasi yang benar dan dapat dipertanggungjawabkan agar membantu aparat mengungkap titik-titik penyalahgunaan BBM," katanya.
Dewi menegaskan BBM bersubsidi menyangkut kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi sehingga distribusinya harus diawasi secara ketat. Penegakan hukum juga harus dilakukan menyeluruh agar modus serupa tidak kembali terjadi.
"Jangan sampai hari ini pelakunya ditangkap, tetapi besok muncul pelaku baru dengan modus yang sama. Persoalan ini harus diselesaikan tuntas, bukan sekadar penindakan sesaat," ujarnya.
Ia berharap langkah tegas kepolisian memberikan efek jera, memperkuat pengawasan, dan memastikan BBM bersubsidi tepat sasaran, terutama bagi masyarakat serta pelaku usaha yang bergantung pada ketersediaan solar.
"Yang paling penting, masyarakat jangan terus dirugikan. BBM subsidi harus tepat sasaran dan tidak boleh dikuasai pihak-pihak yang mencari keuntungan dengan melanggar hukum," tutupnya. (tan/jpnn)
BACA ARTIKEL LAINNYA... Menang Praperadilan, Polda Riau Kejar Sindikat Penjual Kawasan Hutan di Rohil
Redaktur & Reporter : Fathan Sinaga





Komentar (0)