Jakarta: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sering dikaitkan dengan gangguan pernapasan dan iritasi mata. Namun, paparan polusi udara akibat karhutla juga dapat berdampak pada kesehatan kulit, mulai dari rasa gatal, kulit kering, hingga memicu kekambuhan eksim.
Paparan asap kebakaran hutan dapat memengaruhi kondisi kulit, terutama pada orang yang memiliki kulit sensitif atau riwayat penyakit kulit tertentu. Kerusakan Skin Barrier dan Pemicu Reaksi Peradangan Asap karhutla mengandung partikel halus, termasuk PM2.5, serta berbagai senyawa kimia yang dapat menempel pada permukaan kulit. Paparan polutan ini berpotensi mengganggu lapisan pelindung kulit (skin barrier), meningkatkan risiko kulit kering, dan memicu stres oksidatif pada sel-sel kulit.
Pada individu yang memiliki riwayat eksim atau dermatitis atopik, paparan polusi dapat memperburuk kondisi kulit. Gejalanya dapat berupa ruam kemerahan, rasa gatal, hingga kulit bersisik.
Baca Juga :
Tips Melindungi Diri dari Asap Karhutla-Tips Kesehatan- Gunakan pelembap secara rutin. Pilih pelembap (moisturizer) yang sesuai dengan kondisi kulit untuk membantu menjaga kelembapan dan memperkuat fungsi skin barrier.
- Kenakan pakaian tertutup. Saat terpaksa beraktivitas di luar ruangan, gunakan pakaian yang menutupi kulit untuk mengurangi paparan langsung terhadap polutan.
- Segera mandi setelah beraktivitas di luar rumah. Bersihkan kulit untuk menghilangkan sisa polutan yang menempel.
- Ganti pakaian setelah beraktivitas di luar. Hindari mengenakan kembali pakaian yang mungkin telah terpapar asap dan partikel polusi.
- Perhatikan kondisi kulit. Jika muncul gatal atau iritasi yang menetap maupun semakin parah, konsultasikan dengan tenaga medis.
Jangan lupa saksikan MTVN Lens lainnya hanya di Metrotvnews.com.
(Sofwa Najla Tsabita Sunanto)





Komentar (0)