Kementerian Ekraf Luncurkan Tiga Inisiatif Strategis di WCCE 2026, Bidik 27,4 Juta Tenaga Kerja Kreatif

viva.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) meluncurkan tiga inisiatif strategis dalam rangkaian The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026.

Ketiganya mencakup Creative Economy Data Model (CEDM) bersama World Intellectual Property Organization (WIPO), Indonesia Creative Economy Outlook 2026-2027 bersama Katadata, serta Ekraf Academy sebagai platform nasional pengembangan talenta ekonomi kreatif.

Baca Juga :
Podcast Indonesia Tembus Mancanegara, Industri Siniar Punya Potensi Ekonomi Besar
Dongkrak Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Raw Vision Gelar YE Live di GBK Senayan Jakarta

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kebijakan berbasis bukti, pemetaan ekosistem yang komprehensif, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Ketiga inisiatif tersebut diharapkan dapat menerjemahkan potensi ekonomi kreatif menjadi peningkatan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan pegiat kreatif.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menyampaikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif membutuhkan kebijakan berbasis bukti, pemetaan ekosistem yang komprehensif, serta kolaborasi lintas pemangku kepentingan.

Ketiga inisiatif tersebut diharapkan dapat menerjemahkan potensi ekonomi kreatif menjadi peningkatan produktivitas, daya saing, dan kesejahteraan pegiat kreatif.

“Potensi ekonomi kreatif harus didukung data yang kuat untuk memahami ekosistem, mengidentifikasi kesenjangan, dan mengarahkan kebijakan yang lebih tepat. Melalui inisiatif kolaboratif ini, kita ingin memastikan bahwa pengetahuan dan data dapat diterjemahkan menjadi aksi nyata bagi pengembangan ekonomi kreatif Indonesia,” ujar Menteri Ekraf di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Jumat (23/10).

Berdasarkan paparan Indonesia Creative Economy Outlook 2026-2027 dalam rangkaian WCCE 2026, sektor ekonomi kreatif Indonesia pada 2025 mencatat pertumbuhan sekitar 6,8 persen, menyerap 27,4 juta tenaga kerja, dan menghasilkan ekspor senilai USD31,9 miliar.

Capaian ini menjadi landasan untuk meningkatkan produktivitas, memperluas akses pasar, dan memperkuat komersialisasi kekayaan intelektual.

Menteri Ekraf menambahkan bahwa pertumbuhan ekonomi kreatif perlu diikuti kemampuan pegiat kreatif untuk memperoleh nilai ekonomi yang lebih besar dari karya mereka.

Karena itu, pelindungan dan komersialisasi kekayaan intelektual, pemanfaatan teknologi digital dan kecerdasan artifisial (AI), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi bagian penting dari transformasi ekonomi kreatif nasional.

“Pertumbuhan saja tidak cukup. Kita ingin para kreator memperoleh nilai yang lebih besar dari karya dan kreativitasnya, sekaligus membangun mata pencaharian yang berkelanjutan. Jadi, pengembangan talenta, penguatan kekayaan intelektual, akses pembiayaan, dan perluasan pasar harus berjalan bersama,” jelas Menteri Ekraf.

Baca Juga :
Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif, Wamendagri Ribka Buka Pasar Murah dan Pameran UMKM di Papua
Kementerian Ekraf Diganjar Jadi Mitra Pemerintah Terbaik soal Pengembangan Game di Indonesia
Tak Hanya UMKM, QRIS Kini Jadi Cara Musisi Jalanan Cari Cuan di Malioboro

Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Menu Makan Malam yang Bisa Bantu Ratakan Perut Buncit, Ini Resepnya
• 7 jam lalu
0
thumb
Honda Beat, Scoopy hingga PCX160 Dapat Diskon, Mana Paling Besar?
• 22 jam lalu
0
thumb
Program Keberlanjutan Perusahaan Dorong Pemanfaatan Sampah Plastik
• 4 jam lalu
0
thumb
Perkuat Bisnis TIC, Sucofindo Jadi Anggota Penuh Asia Network Forum
• 9 jam lalu
0
thumb
Perang Melawan Narkoba: Aparat Sita 1 Ton Ketamin di Sumut hingga Pabrik Sabu di Aceh
• 5 jam lalu
0
Berhasil disimpan.