HARIAN.FAJAR.CO.ID, LAMPUNG — Gelandang PSM Makassar, Stefan Jevtoski, membawa tekad besar saat Juku Eja bertandang ke markas Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ketujuh BRI Super League 2026/2027.
PSM Makassar membidik kemenangan beruntun setelah berhasil menumbangkan Persebaya Surabaya dengan skor 1-0 pada pekan sebelumnya.
Kini, tantangan yang menanti Juku Eja tidak kalah berat karena Bhayangkara menjadi salah satu tim yang belum terkalahkan dalam enam pertandingan awal musim ini.
Duel kedua tim akan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Senin (26/10/2026) malam.
Jevtoski menegaskan PSM memiliki peluang untuk membawa pulang tiga poin asalkan seluruh pemain mampu bekerja sama, menjaga kedisiplinan, dan menjalankan strategi yang telah disiapkan pelatih.
Menurut gelandang asal Makedonia Utara tersebut, menghadapi tim yang belum terkalahkan membutuhkan karakter kuat serta kontribusi seluruh pemain, termasuk mereka yang masuk sebagai pemain pengganti.
“Seperti yang disampaikan pelatih, fokus kami saat ini adalah pemulihan kondisi fisik,” kata Jevtoski dalam sesi konferensi pers, Minggu (25/10/2026).
Ia menyadari Bhayangkara merupakan lawan tangguh yang sejauh ini mampu menjaga konsistensi hasil di kompetisi.
Namun, Jevtoski tidak menganggap rekor tersebut sebagai sesuatu yang membuat PSM harus kehilangan kepercayaan diri.
“Kami akan menghadapi tim kuat yang sejauh ini belum terkalahkan,” ujarnya.
Jevtoski justru melihat pertandingan tersebut sebagai kesempatan bagi PSM untuk menguji kemampuan sekaligus memutus catatan positif tuan rumah.
“Kami punya peluang untuk memenangkan pertandingan ini jika benar-benar mampu mengeksplorasi kelemahan mereka,” tegasnya.
PSM Incar Kemenangan Beruntun
Kemenangan atas Persebaya menjadi modal penting bagi PSM sebelum menghadapi Bhayangkara.
Pada pertandingan di Stadion Gelora B.J. Habibie, Parepare, Kamis (22/10/2026), Juku Eja berhasil menang tipis 1-0 melalui gol bunuh diri Yuran Fernandes.
Hasil tersebut sekaligus mengakhiri catatan lima pertandingan Persebaya tanpa kekalahan pada awal musim.
PSM juga memperlihatkan daya juang ketika harus menghadapi tekanan hingga menit-menit akhir pertandingan.
Kiper Muh Ardiansyah menjadi salah satu sosok penting setelah menggagalkan dua eksekusi penalti Alex Martins pada masa injury time.
Keberhasilan mengamankan tiga poin membuat kepercayaan diri PSM meningkat menjelang lawatan ke Lampung.
Namun, kemenangan tersebut harus segera dilupakan karena Bhayangkara memiliki karakter permainan yang berbeda dan belum menelan kekalahan dalam enam pertandingan awal.
Jevtoski menyadari PSM membutuhkan performa kolektif untuk menjaga momentum positif tersebut.
Bagi PSM, kemenangan atas Bhayangkara bukan hanya soal menambah tiga poin, tetapi juga membuktikan bahwa mereka mampu bersaing menghadapi tim dengan konsistensi hasil yang baik.
Bhayangkara Belum Terkalahkan
Bhayangkara Presisi Lampung FC datang ke pertandingan ini dengan catatan dua kemenangan dan empat hasil imbang dari enam laga yang telah dimainkan.
Tim berjuluk The Guardians of Saburai tersebut belum sekalipun menelan kekalahan sejak kompetisi musim ini bergulir.
Meski demikian, Bhayangkara masih memiliki pekerjaan rumah karena belum berhasil meraih kemenangan secara beruntun.
Pelatih Bhayangkara, Oscar Bruzon, ingin memanfaatkan pertandingan kandang melawan PSM untuk kembali mengamankan tiga poin sekaligus membangun momentum kemenangan.
“Besok kami memiliki pertandingan penting, kami ingin melanjutkan kemenangan kandang dan membangun momentum,” kata Bruzon dalam konferensi pers, Minggu (25/10/2026).
Bhayangkara sebelumnya berhasil mengalahkan Persebaya Surabaya di kandang sendiri, sehingga kemenangan atas PSM akan menjadi kesempatan untuk kembali menjaga tren positif.
Bruzon menilai PSM memiliki kekuatan fisik, organisasi permainan, serta kemampuan memenangi duel yang membuat mereka sulit dihadapi.
Ia juga memberikan perhatian khusus terhadap kemampuan Juku Eja memanfaatkan bola kedua dan melakukan transisi cepat dari bertahan ke menyerang.
“Kami memiliki lawan yang tangguh,” ujar Bruzon.
“Mereka adalah tim yang kuat secara fisik, kompak, memenangi duel dan bola kedua, serta memiliki permainan transisi yang bagus,” lanjutnya.
Menurut Bruzon, PSM mampu memanfaatkan kesalahan lawan untuk menciptakan peluang berbahaya dalam waktu singkat.
“Kami sudah membicarakan bahwa salah satu kekuatan PSM Makassar adalah bola kedua dan transisi,” katanya.
“Mereka bisa menghukum Anda pada momen apa pun dalam pertandingan,” tambah pelatih asal Spanyol tersebut.
Pernyataan Bruzon memperlihatkan bahwa Bhayangkara tidak memandang remeh kekuatan PSM meskipun memiliki keuntungan bermain di kandang sendiri.
Bhayangkara ingin mengendalikan permainan dan membatasi ruang bagi Juku Eja untuk melancarkan serangan balik.
Di sisi lain, PSM perlu menjaga konsentrasi saat kehilangan bola agar tidak memberikan kesempatan kepada tuan rumah untuk mengembangkan serangan.
Pertarungan di lini tengah diperkirakan menjadi salah satu aspek penting yang dapat menentukan arah pertandingan.
Pemulihan Fisik Jadi Perhatian Jevtoski
Selain menyiapkan strategi, PSM juga harus memastikan kondisi fisik pemain tetap terjaga di tengah jadwal kompetisi yang padat.
Jevtoski mengungkapkan bahwa istirahat dan tidur yang cukup menjadi bagian penting dari rutinitas pemulihan setelah menjalani pertandingan.
Ia juga menjaga kebutuhan cairan tubuh dengan memperbanyak konsumsi air, terutama ketika harus berlatih dan bertanding dalam cuaca panas di Indonesia.
Perawatan tubuh melalui pemijatan atau massage, serta konsumsi suplemen dan vitamin, turut menjadi bagian dari upayanya menjaga kebugaran.
Langkah tersebut dinilai penting agar pemain dapat mempertahankan intensitas permainan ketika menghadapi lawan dengan kekuatan fisik yang baik.
PSM membutuhkan kesiapan fisik yang optimal untuk mengimbangi permainan Bhayangkara yang mengandalkan duel, perebutan bola kedua, dan transisi cepat.
Jevtoski berharap seluruh pemain mampu menjalankan persiapan dengan maksimal sehingga strategi yang telah dirancang tim pelatih dapat diterapkan di lapangan.
Kesempatan Juku Eja Menjaga Momentum
Pertandingan melawan Bhayangkara menjadi ujian penting bagi PSM setelah keberhasilan menghentikan rekor tak terkalahkan Persebaya.
Kemenangan di Lampung akan memperpanjang momentum positif Juku Eja sekaligus mengakhiri catatan Bhayangkara yang belum terkalahkan musim ini.
Sebaliknya, tuan rumah juga memiliki motivasi besar untuk mempertahankan rekor tersebut di hadapan pendukung sendiri.
Bhayangkara ingin menjadikan pertandingan ini sebagai titik awal untuk meraih kemenangan beruntun, sedangkan PSM berambisi melanjutkan hasil positif setelah menaklukkan Persebaya.
Kedua tim sama-sama memiliki alasan untuk memburu tiga poin, sehingga efektivitas dalam memanfaatkan peluang dan kedisiplinan sepanjang pertandingan akan menjadi faktor penting.
Bagi Jevtoski dan rekan-rekannya, kunci menghadapi Bhayangkara bukan sekadar mengandalkan kepercayaan diri setelah menang atas Persebaya.
PSM harus mampu membuktikan bahwa kerja sama tim, kesiapan fisik, dan kemampuan membaca kelemahan lawan dapat menghasilkan kemenangan di kandang Bhayangkara.
Tekad Juku Eja kini jelas, yakni membawa pulang tiga poin sekaligus memutus rekor tak terkalahkan The Guardians of Saburai pada pekan ketujuh Super League 2026/2027.






Komentar (0)