Kupang, VIVA – Warga di Kecamatan Amfoang Barat Daya, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menanti pulihnya akses penghubung yang terganggu akibat ambruknya Jembatan Termanu sejak 2021.
Kini, pembangunan jembatan tersebut dikebut dan diharapkan rampung pada akhir tahun ini. Kepala Badan Nasional Pengelola Perbatasan Daerah Tertinggal (BNPPDT) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak meninjau langsung progres pembangunan Jembatan Termanu dan Jembatan Kapsali pada Sabtu (24/10/26).
Pembangunan kedua jembatan itu diharapkan dapat memulihkan konektivitas dan mempermudah mobilitas masyarakat setempat. Selama ini, kerusakan Jembatan Termanu berdampak pada akses warga menuju sekolah, pasar, hingga fasilitas kesehatan.
Maruli mengatakan, pembangunan jembatan tersebut merupakan perintah langsung Presiden. Untuk mempercepat pengerjaan, pemerintah telah mengirimkan personel dan perlengkapan dari Jakarta melalui kapal.
“Presiden memerintahkan untuk saya mengerjakan jembatan ini,” ujar Maruli saat meninjau lokasi pembangunan.
Ia menjelaskan, pengerahan personel dan peralatan dilakukan untuk mendukung penyelesaian sejumlah jembatan di wilayah tersebut. Bahkan, tambahan personel dan perlengkapan juga disiapkan.
“Kami kirim kapal dengan semua perlengkapan-perlengkapannya, dengan personel-personelnya dari Jakarta untuk bisa menyelesaikan di beberapa jembatan ini, dan juga nanti kita tambahkan lagi beberapa,” katanya.
Maruli berharap pembangunan Jembatan Termanu dapat selesai sebelum pergantian tahun. Ia menyebut penyelesaian jembatan tersebut diharapkan menjadi hadiah Natal bagi masyarakat Amfoang.
“Mudah-mudahan ini bisa menjadi hadiah Natal dari Presiden, dari kami semua buat Bapak, Ibu sekalian. Dan yakinkanlah bahwa kita tidak akan pernah berhenti untuk membantu masyarakat,” ucap Maruli.
Selain pembangunan infrastruktur, Maruli juga mengingatkan masyarakat untuk terus bekerja dan memperhatikan pendidikan anak-anak, termasuk pendidikan agama.
“Yang penting Bapak, Ibu sekalian rajin bekerja, anak-anaknya dididik yang baik, dididik secara keagamaan yang baik, dididik secara pendidikan yang baik supaya bisa jadi harapan bangsa nanti seluruhnya,” kata Maruli.
Pemerintah juga berupaya mendukung pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk ketersediaan air bersih.
Dalam peninjauan tersebut, Maruli didampingi Sekretaris BNPPDT Makhruzi Rahman, Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara Nurdin, Deputi Bidang Pengelolaan Infrastruktur Kawasan Perbatasan Edi Nurhabad, serta Asisten Deputi Potensi Kawasan Perbatasan Darat Topri Daeng Balaw.






Komentar (0)