HARIAN.FAJAR.CO.ID, PARIS—Menteri Dalam Negeri Laurent Nunez menyatakan bahwa hampir 1.000 orang ditangkap di Prancis selama demonstrasi pada hari Sabtu di tengah laporan mengenai bentrokan dengan polisi, penjarahan, dan vandalisme di berbagai kota.
Ini adalah akhir pekan kedua berturut-turut terjadinya aksi protes massal di Prancis.
Prefektur Loire-Atlantique melaporkan adanya penjarahan toko di Nantes dan menyebutkan bahwa enam orang telah ditangkap.
Di Grenoble, pihak prefektur Isere menyatakan bahwa sekitar 400 orang bertopeng yang mengenakan pakaian serba hitam melakukan perusakan serta menyerang polisi menggunakan mortir dan berbagai proyektil.
Pihak kepolisian berupaya menangkap mereka yang terlibat dan memulihkan ketertiban.
Menurut pihak prefektur, demonstrasi di Grenoble diorganisir oleh serikat pekerja CGT dan gerakan Rompi Kuning (Yellow Vest).
Dikutip dari Anadolu, berdasarkan laporan media, etalase toko di pusat kota Grenoble dihancurkan, sementara sejumlah tempat usaha—termasuk sebuah agen properti dan agen penyalur tenaga kerja sementara—turut diserang.
Di Bordeaux, prefektur Gironde melaporkan adanya kelompok-kelompok bermusuhan yang menyasar aparat keamanan, melemparkan proyektil, serta mendirikan barikade di Place de la Bourse. Pihak berwenang mengimbau warga untuk menghindari area tersebut.
Di Lille, menurut jurnalis yang meliput langsung dari lokasi, ketegangan meningkat saat sejumlah proyektil dilemparkan ke arah polisi antihuru-hara. Polisi kemudian mengerahkan meriam air untuk menghadapi para demonstran.
Prefektur Nord memperkirakan sebanyak 15.000 orang berpartisipasi dalam demonstrasi di Lille dan meminta para peserta untuk meninggalkan lokasi dengan tertib. (amr)






Komentar (0)