Pemilu Brasil Memanas, Lula Bersaing Ketat dengan Flavio Bolsonaro di Putaran Kedua

metrotvnews.com
1 jam lalu
Cover Berita

Brasilia: Warga Brasil memberikan suara pada Minggu, 25 Oktober 2026, untuk menentukan presiden berikutnya dalam pemilihan putaran kedua yang berlangsung ketat. 

Pemilu mempertemukan Presiden petahana dari sayap kiri, Luiz Inácio Lula da Silva, dengan senator sayap kanan Flávio Bolsonaro, putra mantan Presiden Jair Bolsonaro.

Lula, 80, berupaya meraih masa jabatan keempat yang tidak berturut-turut. Sementara itu, Flávio, 45, maju setelah menempati posisi teratas dalam putaran pertama pada 4 Oktober, hasil yang disebut Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebagai kemenangan yang “sangat besar”.

Flávio mengusung janji perubahan melalui pemberantasan kejahatan terorganisasi serta pemangkasan pajak dan belanja pemerintah. Ia juga berjanji membebaskan ayahnya, Jair Bolsonaro, yang menjalani hukuman 27 tahun atas persekongkolan untuk melakukan kudeta setelah kalah dalam pemilu 2022.

Jair saat ini menjalani hukuman melalui tahanan rumah karena kondisi kesehatannya.

Pendukung Flávio tampak antusias dalam sejumlah kampanye terakhir dan berharap kandidat mereka membawa perubahan bagi Brasil.


Flavio Bolsonaro bertarung melawan Lula di Pilpres Brasil. Foto: EPA

Flávio berkampanye di Belo Horizonte, ibu kota negara bagian Minas Gerais, menjelang pemungutan suara. Negara bagian tersebut telah menjadi wilayah penting yang harus dimenangkan para kandidat presiden sejak dekade 1980-an.

“Waktunya hampir tiba,” kata Flávio dalam video di media sosial, dikutip dari BBC, Minggu, 25 Oktober 2026.

“Tinggal beberapa jam lagi sebelum kita menentukan masa depan bangsa kita untuk 30 atau 40 tahun ke depan,” lanjutnya.

Di Barra de Tijuca, Rio de Janeiro, tempat Jair Bolsonaro memiliki rumah, para pendukung Flávio menggelar aksi dengan mengenakan warna nasional Brasil.

“Brasil membutuhkan perubahan, dan Flávio adalah sosok yang mewakili hal itu saat ini, setelah bertahun-tahun kubu kiri menghancurkan perekonomian dan negara,” kata seorang pendukung kepada BBC.

Pendukung lainnya mengatakan ia menyukai janji Flávio untuk mengakhiri kekerasan, terorisme, dan perdagangan narkoba di Brasil, sekaligus menurunkan suku bunga. Lula Serukan Perubahan Arah Sejak kemenangan Flávio pada putaran pertama, pendukung Lula menggelar aksi besar untuk memperkuat dukungan terhadap presiden petahana. Upaya tersebut juga ditujukan untuk meningkatkan partisipasi setelah sekitar 33 juta pemilih tidak memberikan suara pada putaran pertama.

Pada Sabtu, Lula berpidato di hadapan massa di Pantai Copacabana, Rio de Janeiro. Ia menggambarkan pemilu sebagai persoalan kedaulatan nasional dan mengatakan masyarakat akan memilih antara sosok yang mencium bendera Brasil atau bendera Amerika Serikat.

Pemerintahan Lula menuduh AS mencampuri pemilu Brasil. Washington membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya “tidak berdasar”.

“Kita akan memenangkan pemilu karena satu alasan sederhana: memang benar masyarakat menginginkan perubahan, tetapi mereka ingin bergerak maju,” kata Lula. “Mereka tidak ingin mundur.”

Seorang pendukung Lula bernama Roberta mengatakan aksi tersebut bertujuan menunjukkan kekuatan gerakan pendukung presiden.

“Gerakan ini untuk menunjukkan bahwa kita punya kekuatan. Kita sudah bangkit, kita turun ke jalan untuk membuat perbedaan dan membalikkan hasil pemungutan suara,” ujarnya kepada BBC News.

Seorang pria yang mengenakan kaus sepak bola nasional Brasil berwarna kuning dan hijau mengatakan pendukung Bolsonaro telah “mengambil alih” simbol tersebut, tetapi pendukung Lula kini berusaha merebutnya kembali.

Lula dan Partai Pekerja (PT) menggambarkan pemilu sebagai “pertarungan untuk demokrasi”. Mereka menilai vonis terhadap Jair Bolsonaro terkait upaya kudeta menunjukkan bahwa gerakan Bolsonarismo merupakan ancaman bagi institusi demokrasi Brasil. Hubungan dengan Amerika Serikat Hubungan pemerintahan Lula dengan Trump berlangsung tegang selama masa jabatan terakhir Lula.

Lula menegaskan bahwa Brasil “tidak cocok menjadi halaman belakang siapa pun”. Pernyataan tersebut tampaknya merujuk pada apa yang disebut Trump sebagai “Doktrin Donroe”, strategi keamanan nasional pemerintahannya yang menegaskan dominasi AS di Belahan Bumi Barat tidak boleh diganggu.

Sebaliknya, Flávio berpendapat bahwa kerja sama dengan Washington untuk memerangi kelompok kriminal kuat dapat membantu memulihkan kedaulatan negara di wilayah-wilayah Brasil yang dikuasai geng.

Ia juga menuduh Partai Pekerja korup dan mengingatkan pemilih pada skandal keuangan besar yang selama bertahun-tahun membayangi partai tersebut serta membuat sebagian pemilih berpaling.

Lula dijadwalkan berada di São Paulo untuk menyaksikan penghitungan suara pada Minggu malam. Sementara itu, Flávio akan berada di ibu kota Brasília, kota tempat ayahnya menjalani tahanan rumah.


Artikel Asli

Komentar (0)


Lanjut baca:

thumb
Pasokan Gas Dipangkas Indonesia, Begini Langkah Otoritas Singapura
• 23 jam lalu
0
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Persita Tangerang Vs Bali United
• 5 jam lalu
0
thumb
Fadlun: Akan Ada Kejutan untuk PPPK & PPPK Paruh Waktu di November, Semangat!
• 2 jam lalu
0
thumb
Ojol Korban Kecelakaan BYD di Jaksel Dapat Jaminan Perawatan Rp 20 Juta dari Jasa Raharja
• 5 jam lalu
0
thumb
Stadion Untia Mulai Ditimbun, Pemkot Makassar Kejar Target Sebelum Musim Hujan
• 3 jam lalu
0
Berhasil disimpan.