Sebuah video yang memperlihatkan seorang pria meluapkan kemarahannya terhadap anggota kepolisian di Polsek Cisurupan, Kabupaten Garut, menjadi perhatian publik setelah viral di media sosial. Pria tersebut mengaku kecewa lantaran merasa polisi tidak membantu mencari adiknya yang disebut menjadi korban penculikan.
Pria yang diketahui bernama Yana itu terlihat mendatangi kantor polisi sambil menyampaikan sejumlah tudingan terhadap petugas. Bahkan, ia meminta rekaman aksinya disebarluaskan agar diketahui pejabat pemerintah hingga Presiden.
Dalam rekaman yang beredar, Yana menggunakan bahasa Sunda untuk mengungkapkan kekecewaannya. Yana menyampaikan alasan di balik kemarahannya. Ia mengaku telah meminta bantuan polisi untuk mencari adiknya yang diyakini telah diculik.
"Adi Aing diculik. Tapi eweuh tulungna, eweuh bantuna (adik saya diculik, tapi enggak ada bantuannya)," ujar Yana dalam salah satu rekaman video.
Aksi tersebut sontak mengundang beragam tanggapan warganet. Sebagian mempertanyakan kinerja kepolisian, sementara lainnya menyoroti kondisi pria yang terlihat begitu emosional saat menyampaikan protes.
Menanggapi video yang viral, Kasi Humas Polres Garut, Ipda Susilo Adi, memberikan penjelasan mengenai persoalan yang sebenarnya terjadi.
Menurutnya, Yana merupakan warga Kecamatan Cisurupan yang berdasarkan catatan dan informasi pihak kepolisian memiliki riwayat gangguan kesehatan jiwa.
Yana disebut pernah berurusan dengan petugas akibat tindakan perusakan di lingkungan tempat tinggalnya.
"Saudara Yana sudah pernah diamankan oleh Polsek Cisurupan, karena melakukan perusakan di lingkungannya. Dari bulan Juli 2020 sampai saat ini, masih mengkonsumsi obat penenang dan epilepsi dari Puskesmas Cisurupan," jelas Adi.
Adi menyebut pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan tenaga kesehatan untuk memastikan Yana mendapatkan penanganan medis. Langkah tersebut dilakukan menyusul adanya kekhawatiran terhadap keselamatan Yana maupun warga di sekitarnya.
"Saat ini sudah diserahkan ke rumah sakit jiwa oleh Polsek bersama Puskesmas dan Kepala Desa," ungkapnya.
Kaitan dengan tuduhan penculikan yang menjadi pemicu kemarahan Yana, Adi memastikan bahwa tidak ditemukan adanya peristiwa penculikan sebagaimana yang disampaikan dalam video.
"Berdasarkan hasil pendalaman, adiknya itu ada. Tidak diculik, akan tetapi sudah menikah. Tapi karena keluarga tahu kondisi Saudara Yana, jadi yang bersangkutan tidak diberi tahu," jelas Adi.
Bahkan, menurut Adi, kepolisian telah mengambil langkah untuk membantu menyelesaikan persoalan tersebut dengan mempertemukan Yana bersama adiknya.
"Yang bersangkutan kemudian meminta bantuan agar adiknya dicarikan. Petugas kemudian sempat mempertemukan Yana dengan adiknya. Akan tetapi Yana ingin membawa pulang sang adik. Sedangkan adiknya sudah bersuami," pungkas Adi.






Komentar (0)